Yang Selalu Dipilih dalam Segala Situasi

Jan 18

2013 01 18 +220505 d3862c969cfa9e7b91d86ae6c3558ad0 large

Bayangkanlah engkau punya 2 orang anak kembar yang suatu saat keduanya meminta tambahan uang saku sekolahnya, saat mereka sudah duduk dibangku SMA.

Anak kembar pertamamu setelah itu terbiasa bangun sebelum shubuh dan terbiasa mengerjakan PR sekolahnya sehari sebelum diserahkan.

Anak kembar keduamu setelah itu terbiasa bangun pas adzan shubuh dikumandangkan dan terbiasa mengerjakan PR sekolahnya pada pagi hari saat PR itu harus diserahkan
. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Bayangkan pula engkau didatangi ratusan pelamar kerja untuk mencari seorang asisten ahli bagimu dan akhirnya menyisakan 2 orang pelamar kerja terbaik. Lalu engkau mendengarkan ungkapan ungkapan berikut:

Pelamar pertama mengatakan,”Pak saya berterimakasih banyak, karena bapak berkenan memberi kesempatam kepada saya untuk ikut seleksi sampai akhirnya menyisakan 2 orang. Jika akhirnya bapak memutuskan menerima saya sebagai asisten ahli, maka saya berharap agar bapak sudi membimbing saya setahap demi setahap dalam menunaikan tugas saya secara optimal”

Pelamar kedua mengatakan,”Pak saya rasa saya pantas mendapatkan kesempatan lolos hingga ke seleksi terakhir ini. Oleh karenanya bapak tidak perlu khawatir lagi terhadap urusan apapun yang bapak tangani. Selama bapak memberi kepercayaan penuh kepada saya untuk membantu bapak, saya jamin bapak akan puas dengan pekerjaan saya sebagi asisten ahli bapak nanti”

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Coba juga engkau membayangkan sedang didatangi dua orang tenaga penjual yang menawarkan produk asuransi syariah untuk mu.

Pemasar pertama berkata,”Mohon maaf saya telah menggangu waktu bapak. Kalau bapak tidak keberatan bisakah saya mendapatkan waktu bapak sebentar? Kalau tidak boleh, lain waktu saja nanti saya akan meminta izin lagi untuk bisa menemui bapak”

Pemasar kedua berkata,”Pak mohon maaf saya bisa meminta waktu bapak sebentar untuk menawarkan produk asuransi syariah yang pertama kali di kota ini. Bapak tidak akan kecewa dan rugi jiga menggunakan produk asuransi syariah ini. .”

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Bayangkan pula engkau bertemu kembali dua teman SMA sekelasmu disebuah acara setelah 25 tahun terpisah.

Teman pertamamu berkata,”Bagaimana kabarmu sekarang? Semoga engkau dianugrahi kehidupan terbaik oleh NYA sebagaiman cita cita besarmu dahulu yang pernah engkau ceritakan kepadaku. .”

Teman keduamu berkata,”Saya bersyukur hari ini bertemu denganmu. Sekarang saya sudah tinggal di kota A. Dikota itu saya berhasil mewujudkan mimpi besar saya seperti pernah saya ceritakan kepadamu. . .”

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Nah jika akhirnya engkau harus memilih menentukan apakah YANG PERTAMA atau YANG KEDUA dari setiap orang yang berinteraksi denganmu diatas yang harus engkau terima, engkau dukung, engkau pilih, engkau berikan waktu untuknya, engkau dengar penuturannya dan sebagainya, maka saya yakin engkau akan MEMILIH YANG PERTAMA.

Mengapa begitu? Engkau pasti lebih tahu jawbannya. . .

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *