Waspadalah, jangan salahkan keadaan!

Oct 17

2013 10 18 20131018 bulgaria

“Seorang gubenur di negri ini pada sebuah acara wisuda di sebuah kampus mengatakan bahwa kawasan ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan terbuka yang berbasis produksi, dengan pergerakan bebas arus barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja, jika Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015 nanti diberlakukan. Apa artnya itu?”

“Artinya kita harus bisa dan sanggup bersaing dengan semua orang yang ada di semua negara ASEAN dalam semua bidang. Itu tentu sangat sangat berat buat mereka yang tidak siap”.

“Lho kok bisa?”

“Tanpa ada Masyarakat Ekonomi ASEAN saja, orang yang tidak siap berubah sudah pasti berat kalau disuruh bersaing dengan orang satu desa atau satu kecamatan, atau satu kabupaten atau satu provinsi atau satu negara. Apalagi jika pesaingnya datang dari seluruh negara ASEAN”.

“Jadi apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi datangnya suasana persaingan yang sangat berat itu?”.

“Menumbuhkan kesadaran dan desakan untuk berubah menjadi lebih berkualitas dan memperkuat daya saing?”.

“Mengapa banyak orang tidak merasa sadar dan terdesak untuk berubah?”.

“Penyebab pertamanya orang umumnya tidak sadar bahwa jumlah tanggung jawabnya bertambah, tetapi kemampuannya memikul dan menunaikan tanggung jawab itu tidak mengalami peningkatan?”

“Kalau penyebab keduanya?”.

“Umumnya disebabkan oleh ketidakmampuan berbuat banyak dan berkarya optimal dalam kondisi kehidupan yang terus berubah”.

“Hmmmmmm. . . jangan jangan saya termasuk salah satunya. . .”.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *