Tumbuh Berkembang di Tengah Kritik

Dec 23

2012 12 23 562615 7f59057e68bb73cf14eda1e56a2f95e3 large

“Pujian hanya memberimu kepuasan semu tapi tidak bisa semakin memajukanmu. Sementara kritik mungkin saja menyakitkanmu, tetapi ia akan menyuntikkan semangat untukmu agar lebih maju. Engkau butuh kebesaran jiwa menerima kritik itu”

Seorang pakar pengembangan SDM menyarankan kita agar mau mengembangkan pertanyaan pertanyaan berikut saya kita menerima KRITIK

1. Apa yang menggangu anda ketika anda dikritik?
2. Siapa yang mengkritik anda?
3. Dimana kritik itu disampaikan kepada anda?
4. Apakah kritik itu valid?
5. Jika ya, apakah anda menindaklanjutinya?

Saya punya sejumlah pengalaman unik saat mendapatkan KRITIK yang justeru membantu proses perubahan dalam hidup saya

Pertama: Kritik Matematika

Seiingat saya KRITIK paling melekat dalam pikiran saya waktu masih duduk dibangku SMP, adalah saat saya dipermalukan dihadapan teman teman sekelas didepan kelas oleh guru matematika saya sendiri.

Memang saya keterlaluan waktu itu. Tugas PR matematika tidak saya kerjakan, buku PR matematika nya pun tidak saya bawa, dan saat diminta mencatat sejumlah rumus matematika saya justeru juga tidak membawa ballpoint. Untuk semua ketelodaran saya itu, saya beralasan LUPA.

Tetapi kemudian guru matematika saya mengatakan,”Oh kamu lupa ya. . .”. Itu saja yang diucapkannya lalu inilah yang terjadi. . .

Guru matematika saya meminta saya maju kedepan kelas. Menyuruh mengambil penghapus papan tulis, lalu memerintahkan saya memukulkan penghapus itu ke dahi saya.

Kata guru saya kemudian,”Itu hukuman yang pantas kamu terima karena kamu lupa”.

Peristiwa itu menyulut”semangat tidak ingin dipermalukan lagi”dalam diri saya, lalu mendorong saya belajar matematika lebih serius lagi hingga secara bertahap menjadikan saya sebagai PENGGEMAR MATEMATIKA sampai puncaknya saya berhasil menyabet JUARA 1 OLIMPIADE MATEMATIKA JAWA TIMUR yang diselenggarakan oleh PB Nahdhatul Ulama Jawa Timur pada tahun 1987.

Setelah lulus SMA pun saya memutuskan kuliah di Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Negri Surabaya (sekarang UNESA)

Kedua: Kritik Trainer

Dalam sebuah training hampir 12 tahun yang lalu, tiba tiba saya diserang dengan kritikan ole dua orang peserta, ketika training saya masih berjalan sekitar 2 jam.

Peserta pertama seorang bapak bapak dengan sinis mengatakan ‘“Saya lihat anda tidak menguasai materi training ini, jadi sebaiknya training ini dihentikan”.

Peserta kedua seorang ibu ibu tidak kalah sengitnya menyerang saya,”Terus terang dari awal anda berbicara, saya blank. Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan.”

Peristiwa itu tidak akan saya lupakan

Ketiga: Kritik Menulis

Saat itu seingat saya tahun 2007, ketika seorang sahabat saya dalam dunia pelatihan mengkritik saya dengan mengatakan,”Mana buku karya Pak Arqom nih, kok yang ada di perpustakaan ini semua nya karya tulis orang lain?”

Ucapan itu terlontar spontan saja saat beliau main kerumah saya dan melihat lihat koleksi buku di perpustakaan pribadi saya.

Enam bulan dari kejadian itu saya MEMAKSA diri membuat website www. trustcosurabaya. com dan MEMAKSA diri untuk bisa menghasilkan tulisan tulisan pengembangan diri agar bisa dipublikasikan di website tadi. Tulisan tulisan itu terus saya perbaiki kualitasnya dari waktu ke waktu.

Dan tepat bulan Juli 2008 alhamdulillah saya berhasil menerbitkan buku pertama saya lewat JAWA POST BOOKS dengan judul: MENCIPTAKAN KEAJAIBAN HIDUP

Alhamdulillah hingga kini saya sudah menulis dan menerbitkan 7 buah buku, dan rencananya buku ke 8 dan buku ke 9 saya, akan segera saya terbitkan bersamaan dengan tutup tahun 2012 ini

Walaupun saat saya dikritik sebagaimana saya ceritakan diatas, saya masih belum kenal”pertanyaan pertanyaan diatas”yang saya tulis diawal tulisan ini, tetapi rasanya saya telah memanfaatkan kritik itu untuk MENERIAKI DIRI SAYA SENDIRI agar mau berubah MENJADI LEBIH MAJU.

Jujur saja saya merasa terganggu dengan ketiga kritik itu, tetapi saya memandang kritik itu valid. Oleh karenanya saya menindaklanjuti kritik itu dengan MENERIAKI, MEMPROVOKASI dan MENDORONG DIRI agar mau BERUBAH.

Terimakasih ya ROBBII. Hamba bersyukur atas limpahan anugrah MU yang tidak terkira ini.

Teman teman mungkin jauh lebih sering dari saya mendapatkan kritik. Mengapa tidak dicoba untuk berbesar jiwa menerimanya dan menindaklanjutinya.

Akan saya sambung lagi tulisan ini, insyaAllah

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *