Tiga Prinsip Mengubah yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin

Oct 26

Arafah

“Selama engkau berjuang mengatasi semua kesulitan hidupmu selalu bersama TUHAN YANG MENCIPTA dan MEMILIKI KEHIDUPAN ini, engkau akan bisa menaklukkan apapun yang menghadangmu”

Sewaktu hendak pulang dari tanah suci saat selesai menunaikan ibadah umroh pada 2007, sambil menunggu pesawat yang akan terbang dari bandara King Abdul Azis Jeddah ke Jakarta, saya memanfaatkan waktu dari jam 16.00 – 23.00 waktu setempat, untuk menghafalkan Surat Ibrahim, surat ke 14 dalam Al-Quran.

Mengapa saya memilih surat ini untuk saya hafalkan? Surat ini saya hafalkan agar bisa selalu mengingatkan saya pada sosok utama yang diceritakan dalam surat ini, yakni IBRAHIM a.s.

Bagi saya sosok Ibrahim a.s. yang diceritakan dalam surat ini begitu banyak memberi inspirasi pada saya bagaimana mewujudkan kualitas TAQWA dalam KEHIDUPAN NYATA sehingga bisa mengubah YANG TIDAK MUNGKIN menjadi MUNGKIN

Setidak tidaknya kita bisa mengambil tiga prinsip penting untuk kita terapkan dalam kehidupan kita sekarang dari pribadi yang namanya selalu kita sebut bersama Nabi kita Muhammad saw, minimal 20 kali dalam 24 jam kehidupan kita

Pertama: Pengorbanan adalah persembahan tertinggi dari bakti dan cinta seorang hamba kepada Khaliknya.

Mengapa selama ini bakti dan cinta kita kepada-Nya tidak juga segera membuahkan pertolongan, perlindingan dan pembelaan dari-Nya. Itu karena bakti dan cinta kita kepada-NYa tidak kita hidupkan dengan pengorbanan dijalan-Nya.Dan pengorbanan kita dijalan-Nya bukanlah sekedar dengan menyembeli hewan qurban semata di hari Idul Adha ini. Kalau itu saja, siapapun bisa melakukan ini. Siapaun bisa mencari dan membeli hewan kurban yang gemuk dan mahal untuk disembelih. Tetapi yang sampai kepada Allah adalah ruhani taqwa, spirit dan semangat taqwa orang yang melaksanakan penyembelihan kurban

Pengorbanan dijalan-Nya semestinya tidak hanya ditunjukkan dengan satukali penyembelihan hewan qurban. Ia seharusnya ada dalam bentuk pengrobanan lainnya dalam bentuk curahan waktu, pikiran, tenaga, harta, jabatan dan segalanya yang kita berikan untuk menghasilkan pengabdian terbaik kepada-NYa. Pengorbanan itu harus digerakkan oleh ketulusan jiwa, kerinduan untuk selalu dekat denga-Nya serta rasa untuk selalu berterimaksih kepada-Nya

Kedua: Kerja Keras, Kepatuhan dan Kepasrahan Mutlak kepada Nya adalah kunci menaklukkan segala ketidak mungkinan.

Saya yakin sekarang ini, masing masing kita menghadapi masalah dan persoalan hidup yang tidak kunjung berhasil kita atasi.

Akan tetapi ketika kita mengingat saat saat Ibrahim diperintahkan menempatkan kelurganya dilembah yang tidak ada manusia, tidak air dan makanan, lalu ibrahim bekerja keras untuk mematuhinya dengan segenap ketulusan, kepatuhan dan kepasrahan total kepada-NYa sampai Allah membeirkan anugrah rezeki dipuncak ikhtiarnya yang hampir merenggut nyawanya,maka kita menemukan kunci untuk menaklukkan kesulitan kesulitan hidup yang kita hadapi itu.

Ketiga: Iman dan Keyakinan yang dibangun diatas pengertian, pengetahuan dan pemahaman yang benar akan menjadi fondasi yang sangat kokoh bagi ketegaran, kesabaran.

Kesabaran dan ketegaran dalam diri Ibrahim tidak serta merta dengan seketika terbentuk. Begitupun juga apabila kita ingin memilikinya..Allah menakdirkan iman dan keyakinan Ibrahim tumbuh dari proses pembentukan iman yang didasarkan pada akal sehat, pemahaman atas bentangan bukti bukti ciptaan dan kekuasan-Nya serta fitrah suci yang selalu meyakini adanya Sang Pencipta Tunggal dibalik fenomena kehudpan semesta ini.

Apabila kita sekarang melihat fenomena merosotnya mutu kepribadian orang orang muslim, maka seseungguhnya yang kita saksikan adalah rapuhnya keimanan yang ada pada diri mereka.

Sebab iman itu tidak dibangun diatas pemahaman dan pengertian. Ia dibangun karena ikut ikutan. Akibatnya ia lemah dan rapuh. Ia tidak bisa menjadi kekuatan utama penggerak perbuatan perbuatan mulya dalam hidupnya.Ia tidak akan bisa mendorong lahirnya tanggung jawab, kepedulian, dan keberpihakan kepda kebenaran.

Itulah setidak tidaknya tiga prinsip hidup yang bisa kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan kita sehari hari sekarang.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *