Temukan dan Selesaikan Masalah Besarmu

May 17

2013 05 17 +567387 003feb6b70c34eea08d5e3683fd512b5 large

Laki laki itu bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Di keluarganya dia harus menanggung beban menafkahi anak istrinya.
Sementara penghasilannya tidak cukup untuk itu.

Sejumlah persoalan pelik ditempat kerjanya tidak mudah dia selesaikan.
Perasaan tidak cocoknya dengan pekerjaan dikantornya.
Tidak mudahnya dia bergaul dan diterima oleh rekan rekannya.
Belum lagi dia selalu merasa tidak dihargai semestinya atas semua yang dikerjakannya.

Belum lagi sejumlah teman dan sahabat lamanya.
Yang satu persatu bergantian meminta bantuannya.
Laki laki itu tidak bisa berbuat banyak untuk membantu mereka.

Hari harinya dilewati dengan kegelisahan, kekhawatiran dan ketidakbahagiaan.

Dia memutuskan untuk mencari seseorang yang bisa menolong dirinya menyelesaikan masalah masalah hidup yang kini menyulitkannya.

Tetapi dia bingung siapa yang harus ditemuinya.
Sebab menurut pikirannya mungkinkah ia bisa menemukan seseorang yang bisa menunjukkan apa yang mesti dilakukannya dalam situasi seberat itu.

Tetapi dia tidak mau menyerah.
Dengan terus menanggung beban berat hidup dipundaknya dia berusaha sekuat tenaga untuk itu.
Dan selepas ruku’ sujudnya yang agak lebih panjang dibandingkan sebelum sebelumnya.
Serta suasana lebih tenang menyelimuti pikiran, perasan, hati dan jiwanya.
Tiba tiba pundaknya ada yang menepuk dan sejurus kemudian dia mendengar nasehat pendek:”Anak muda. Jangan bersedih. Temukan dan selesaikan masalah masalah besar hidupmu, maka masalah masalah kecilmu akan lebih mudah engkau selesaikan”.

Orang yang menyampaikan nasehat pendek itu langsung meninggalkan laki laki sedih itu dengan meninggalkan kartu nama baginya.

Nasehat itu memang pendek, tetapi laki laki itu seperti menemukan secercah cahaya dilorong jalan kehidupannya yang gelap.

Disimpannya kartu nama itu.
Dia berencana menemuinya atau paling tidak ingin menghubunginya lewat telpon.

Dia melangkah dengan perasaan lebih mantap meninggalkan masjid tempat dia menghadap Allah Sang Maha Pencipta dan Pemberi Petunjuk.

(Semoga bisa saya sambung lagi besok)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *