Tangani Masalah Besarmu dengan Sungguh-sungguh

May 18

2013 05 18 +15894 03f3ecae2a852f4db644b82c0887f2b0 large

Laki laki itu akhirnya menghubungi lewat telpon orang yang sempat memberinya nasehat selepas sholat dan meninggalkan kartu nama untuknya.
Dia minta ijin untuk bertemu orang itu lagi.
Dia ingin mendapatkan penjelasan lebih rinci dari nasehat yang kemarin diterimanya. Sebab nasehat itu begitu melekat kuat dalam ingatannya

.”Anak muda jangan bersedih. Temukan dan tangani masalah masalah besarmu. Maka masalah masalah kecilmu lebih mudah kamu selesaikan”.

Rupanya orang itu tidak mau merepotkan laki laki itu.
Dia lebih senang bertemu dengan laki laki itu di masjid tempat mereka bertemu kemarin. Dia berjanji akan menemui laki laki itu selepas sholat.

. . . . . . . . . . . .

“Pak saya sudah melakukan apa yang bapak minta. Saya menyempatkan ke pasar tadi. Saya berbicara kepada dua orang pedagang penjual makanan seperti saran bapak sebelumnya”

“Bisa kau ceritakan?”

“Dua pedagang penjual makanan yang saya temui menjawab berbeda ketika saya bertanya kepada mereka bagaimana penjualan makanan hari ini?”

“Apa yang dikatakan penjual pertama?”

“Alhamdulillah walau tidak sebanyak kemarin masih ada sejumlah pembeli tadi. Saya pikir saya harus terbiasa menyesuaikan diri dengan keadaan akhir bulan ini mas. Tapi saya percaya kalau saya mengupayakan cara cara baru memasarkan makanan khusus di akhir bulan seperti ini tentu hasilnya akan lebih bagus. Begitu katanya pak”

“Lalu penjual makanan kedua?”

“Sepi sekali mas ini tadi. Saya heran ada apa dengan orang orang ini. Mana saya harus bayar dua cicilan saya siang nanti. Sementara saya pagi ini belum dapat uang nih. . . Itu kata penjual kedua dengan nada mengeluh pak”

“Anak muda kalau masakan kedua penjual itu sama sama enaknya. Engkau lebih suka akan makan dimana?”

“Ya tentu saja di penjual pertama pak”

“Nah itu yang ingin saya sampaikan lagi kepadamu menyambung yang kemarin. Seperti engkau lihat pada penjual kedua. Masalah dia yang utama bukan pada sepinya pembeli tetapi pada sikap dia. Begitu juga dengan dirimu. Masalah besarmu adalah masalah yang bisa menimbulkan masalah masalah lain dalam hidupmu jika kamu tidak menangani dirimu sendiri dengan benar. Yah. . masalah besarmu adalah dirimu sendirimu. Masalah besarmu adalah keyakinanmu, cara berpikirmu, sikapmu, prilaku dan kebiasaan-kebiasaan hidupmu. Kamu harus memperbaiki semua itu agar kamu sanggup berhadapan dengan segala situasi. Bahkan bisa berprestasi dalam segala situasi.”

“Terimakasih banyak pak. Saya sekarang semakin tahu apa yang harus saya lakuka.”

“Baik kalau begitu. Kalau masih ada lagi yang mau dibicarakan kita sambung besok lagi ya”.

“InsyaAllah pak. Sekali lagi terimakasih”.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *