Simpan, Jaga dan Gunakan Sebaik Mungkin Harta Paling Berhargamu

Jan 20

2013 01 21 +1257535634nQM5CaB

Perjalanan 4000 pasukan itu masih panjang, tapi ditengah jalan seluruh pasukan itu kehabisan persediaan air sama sekali.

Mereka terhenti ditengah tengah kawasan yang sebagian besarnya adalah padang pasir.

Apa yang masih tersisa yang mereka memiliki yang bisa digunakan menolong dan melepaskan diri mereka dari kesulitan air itu?

Mungkinkah 4000 orang itu beramai-ramai berpencar mencari sumber mata air yang mungkin bisa mereka temukan dikawasan itu?

Faktanya mereka tidak melakukan itu.

Atau mungkinkah 4000 orang itu bersatu padu menggali sumur untuk mendapatkan air dari dalam bumi tempat mereka terhenti?

Faktanya mereka tidak melakukan itu juga.

Panglima Pasukan itu menyadari betapa tidak apa apanya jumlah 4000 pasukan itu dalam mengatasi ketidaktersediaan air itu.

Panglima Pasukan itu menyadari dirinya dan seluruh prajuritnya tidak lagi bisa berdaya menghadapi siituasi seburuk dan sebuntu itu, kecuali jika dirinya dan seluruh pasukannya MAU MENGHUBUNGKAN DIRI MEREKA SECARA TOTAL, PENUH KEHINAAN DAN KEPASRAHAN TOTAL, SERAYA MEMINTA DENGAN SEPENUH PENGHARAPAN kepada YANG MAHA HIDUP, YANG MAHA ESA dan YANG MAHA BERKUASA atas segala sesuatu agar segera dilepaskan dari ketidakmungkinan itu.

Dan. . . . . . . ini dia yang dilakukan Panglima Pasukan itu.

Dia turun dari atas kudanya. Dengan penuh khusyu’ dia ruku dan sujud kepada NYA dua rakaat. Lalu setelah itu dia menyampaikan permohonannya dalam untaian kalimat doa berikut:

“Yaa ALLAH Yaa HALIIM, Yaa ‘ALIIM, Yaa ‘ALIYYU, Ya ‘ADZHIIM. . . ASQINAA. . .”
(Ya ALLAH Yang Maha Menyantuni, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Tinggi dan Yang Maha Agung berilah kami minum)

Begitulah kalimat kalimat doa itu menjadi penghubung jiwa jiwa yang lemah dan tak berdaya dengan YANG MAHA KUAT, YANG MAHA BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU, ALLAH SWT.

Tidak lama kemudia DIA YANG MAHA BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU segera mengirim mendung bergumpal gumpal diatas mereka dan beberapa saat setelah itu hujan turun dengan lebatnya. Pasukan itu mendaptkan pertolongan dan anugrah yang luar biasa.

Panglima Pasukan itu adalah Al’Ala’ bin Hadhromy yang mendapatkan amanah dari Abu Bakar As Shiddiq untuk menghadapi orang orang yang hendak meninggalkan agama ini yang ada di kawasan Bahrain.

Teman teman, . . . kelak akan seperti itu juga keadaan kita.

Akan ada masanya dimana HARTA KITA YANG YANG PALING BERHARGA dan bisa MENOLONG serta MEMBANTU KITA pada saat kita tidak lagi bisa mengandalkan apapun dan siapapun adalah AYAT AYAT TUHAN yang ada dalam dada kita serta KALIMAT KALIMAT DOA yang setiap saat bisa MENGHUBUNGKAN pikiran, perasaan, hati, jiwa dan ruh kita dengan PENCIPTA, PEMILIK DAN PENGUASA TUNGGAL KEHIDUPAN ALLAH SWT.

Dengannya kita bisa menenangkan dan meneguhkan diri.

Dengannya kita bisa menyampaikan kepasrahan serta harapan besar hidup kita.

Dan dengannya kita menyadari serta merasakan bahwa tidak ada kekayaan hidup yang jauh lebih berharga dari AYAT AYAT serta KALIMAT KALIMAT DOA yang telah kita himpun dan kita jaga di dada kita.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *