Sepak Bola dan Lari Jauh untuk Pembentukan Karakter

Aug 25

Arqom bola

“Dalam olah raga pun saya bukanlah sosok atlit dengan talenta hebat, saya hanya menyukai olah raga dan memiliki kebiasaan terus menerus berlatih secara tekun dan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyempurnakan diri “

Hingga saya duduk dibangku SMP saya tumbuh sebagi anak pemalu dan masih sulit menghilangkan rasa kurang percaya diri saya,dan sebagai akibatnya saya agak kurang cepat bergaul dengan banyak orang

Tidak mudah bagi saya mencari sarana pembentuk diri untuk bisa tumbuh menjadi pribadi yang pandai bergaul, memipunyai rasa percaya diri dan memiliki berbagai karakter unggul lainnya sehinga saya bisa berkembang semakin maju dalam hidup.

Nah ternyata saya menemukan olah raga sebagai sarana pembangun diri yang efektif dan efisien

Jumat pagi jam 06.00,24 Agustus 2012 saya ikut bergabung latihan sepak bola dengan Team Telkom Surabaya yang biasa latihan di Lapangan Mahkama Militer dekat bundaran jalan tol Waru dipinggiran selatan Kota Surabaya.

Ya sudah sejak tahun 2002 saya kembali aktif latihan bola dan ikut bergabung bersama team team lain disurabaya untuk ikut latihan, selain latihan dengan team sendiri setiap rabu pagi.

Haru saya akui sepak bola menjadi salah satu faktor pembentuk kepribadian saya.

Tapi saya benar benar berusaha menjaga agar orientasi saya berolahraga adalah agar saya bisa memenuhi doktrin: DAN PADA BADANMU ADA HAK HAK YANG HARUS DITUNAIKAN

Di sepak bola saya walaupun saya bisa bermain agak bagus, tapi catatan prestasi saya tidaklah istimewa.

Sejak SD hingga SMP dalam pertandingan pertandingan dengan lawan lawan saya catatan kemenangan saya sama dengan catatan kekalahan saya.

Walaupun ketika usia SMA saya masuk menjadi pemain junior Team Sepakbola Kabupaten Sumenep untuk perebutan Piala Suratin se Jawa Timur, saya hanya menjadi pemain cadangan abadi yang tidak pernah sekalipun diturunkan dan dimainkan

Memang sebagi pemain bola saya dikenal memiliki tendangan jarak jauh yang keras. Oleh karenanya banyak goal goal yang saya buat selalu lahir dari tendangan jarak jauh.

Olahraga lain yang punya andil membentuk kepribadian saya adalah lari jauh.

Sekarang diusia saya yang ke 43 alhamdulillah saya masih bisa menyempatkan bermain bola 3 kali dalam sepekan dan setiap pagi menyempatkan lari pagi ( jogging ) sejauh 2 – 3 kilometer. Itu kalau saya tidak capek.

Saya berusaha sekuat tenaga betapapun menyukai sepak bola, saya tetap menjaga bisa melaksankan sholat tepat waktu

Dari sepak bola dan lari jauh saya merasa bersuykur karena tidak hanya memberi kesempatan saya menjaga kebugaran fisik saya tetapi saya juga berhasil:

1.Mengelola latihan sepak bola setiap rabu pagi sejak 2002. 2.Membuat majelis ta’lim buat para pemain bola pada periode 2007 -2010 3.Masuk sebagai pengurus PSSI Jatim di Komisi Etika atas ajakan Mas Dhimam Abror, walaupun sangat singkat 4.Membuat kelas training mikro teaching bagi para pelatih B lisensi nasional pada tahun 2012 ini dan alhamdulillah yang akan bergabung lagi adalah HANAFING mantan pemain nasional, pemain Niac Mitra juga pelatih bersertifikat FIFA.

Sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa dalam olah raga sepak bola dan lari jauh saya bukanlah sosok olahragawan dengan talenta hebat, saya hanya menyukai olah raga dan punya kebiasaan berlatih secara tekun dan berusaha terus menerus menyempurnakan kemampuan bermain saya

Haru saya akui dari dua cabang olah raga itu saya merasakan manfaat manfaat berikut:

1.Memberi suasana keriangan dan keleluasaan berekpresi serta banyak berperan mengurangi suasana kejenuhan, stres dan kelelahan mental saya.

2.Berperan membentuk rasa percara diri saya dan menumbuhkan keberanian saya dalam mengambil resiko untuk bisa mencapai banyak kemajuan dalam hidup saya.

3.Memberi pengalaman nyata terhadap makna kerja keras, persaingan, daya tahan, dan bagaimana memenangkan pertandingan dengan cara fair

4.Melatih saya belajar menaikkan level kemampuan fisik saya dan itu memberi saya kemudahan membayangkan bagaimana gambaran menaikkan level kemampuan saya dibidang bidang lain

5.Menegaskan bahwa DISIPLIN DIRI dan TANGGUNG JAWAB adalah kunci meningkatkan level persaingan dan kemampuan memenangkan pertandingan

Hal hal positif dan konstruktif seperti itulah yang membuat saya menyukai sepak bola dan lari jauh sampai hari ini.

Tetapi manfaat lebih besarnya saya bisa menularkan SPIRIT KEBAIKAN kepada banyak kawan dari berbagai lapisan, latar belakang dan status sosial.

Saya berharap teman teman bisa menjadikan olahraga sebagai SARANA PEMBANGUN DIRI secara optimal.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *