Semua Kebesaran Itu Bermula di Sini

Aug 11

2013 04 20 +166221 2aaddae9b6587ffe60ad089a3edd8dee large

Dengan menggunakan pertimbangan apapun, desaku dan desamu bukanlah tempat terbaik jika dibandingkan dengan berbagai tempat lain yang sudah kita kenal.
Tetapi mengapa aku dan dirimu masih juga mau memilih pulang kampung pada hari fitri di tahun ini?

Mungkin engkau punya alasan berbeda denganku. . .
Aku hanya ingin membagikan apa yang kurasakan sejak aku tiba kembali di desaku.

Di desa dimana aku dilahirkan ada rekaman jejak masa laluku.
Semua kesadaran tentang awal pertumbuhanku tiba tiba dengan mudah bisa kuingat disini.

Dilahirkan sebagai anak laki laki.
Menikmati semua keceriaan dan kegembiraan bermain apa saja.
Beradu dan berlomba dengan semua teman temanku dengan canda dan tawa lepas.
Mengenal sekolah dan madrasah.
Diajari disiplin.
Diinspirasi dan dimotivasi agar berilmu oleh guru guruku.
Dituntun dan dididik agar mau melakukan serta mencintai ibadah di masjidku.
Semua kudapatkan disini dengan cara yang tidak seberapa istimewa jika dibandingkan dengan apa yang engkau dapatkan di desamu.

Tetapi. . . .
Desakan kesulitan.
Rasa ketidakpuasan yang tumbuh dari dalam diriku atas keadaan.
Juga karena aku membandingkan kenyataan orang orang di desaku dengan orang orang besar dan prestasinya yang diraihnya yang diajarkan oleh guru sekolah serta guru ngajiku.
Serta tanggung jawab mengukirkan senyum kebahagiaan bagi orang orang tercintaku.

Itu kekuatan kekuatan yang mendesak desak serta mendorong-dorongku untuk mau berusaha keras mengejar dan meraih semua yang belum ada di desaku.
Itu yang kemudian memberi goresan kuat kenangan yang sulit kuhapus dari ingatan masa laluku tentang betapa istimewanya desaku.

Ya. . . .
Desakan.
Ketidakpuasan.
Panggilan tanggung jawab yang harus ditunaikan.
Itu yang tersalurkan semua mengaliri dan menjadi ruh perjuangan hidupku.
Dan setapak demi setapak akhirnya membentuk perubahan demi perubahan hidupku.

Itu cerita dari masa laluku di desaku. . .
Mungkin juga sama ceritamu.
Tetapi mungkin juga sepenuhnya berbeda ceritamu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *