Semangkok Sop Untuk Jiwaku di Pagi Hari

May 08

2014-05-11 Chicken-soup

Bukankah doaku tadi,
saat ruku’ sujudku pada Tuhan ku adalah:
“Rabbighfirliii. . .”
Itu kan maknanya:”Tuhan ampunilah dosaku”.

Lalu apaaaaaaa usahaku ya,
agar dosa dosaku diampuni NYA?

Hemmmm. . . Ya. . . . ya. . . . . ya. . .
Semestinya aku mulai berusaha menghentikan diriku,
dari melakukan segala sesuatu,
yang membuatku berdosa pada NYA dan pada sesama.

Yaah. . . itu agendaku hari ini.
Aneh kan. . . aku meminta diampuni NYA. . . ,
tapi aku tidak mau berhenti berbuat,
berbagai kesalahan kepada NYA,
dan juga pada sesama.

Aku tadi kan juga meminta: Warhamnii.
Itu kan artinya: kasih sayangilah diriku. .
Kalau DIA kuharap menyayangiku selalu,
harusnya aku kan berusaha membuat NYA senang kepadaku?

Bagaimana aku disenangi dan disayang oleh NYA,
kalau aku lebih sering terlambat memenuhi panggilan NYA,
untuk ruku’ sujud di rumah NYA.

Mana mungkin DIA menyayangiku,
jika aku tidak selalu mengunjungi NYA,
dan datang kehadapan NYA,
membawa sebanyak mungkin kebaikan hanya untuk NYA.

Lalu setelahnya,
aku kan mengatakan kepada NYA: wajburnii

Nah kalau yang ini,
kan maksudnya:”sempurnakanlah kekuranganku”,
atau:”perbaikilah diriku”.

Apa pantas aku meminta seperti itu,
lalu aku tidak mau serius,
memahami kekurangan-kekuranganku,
dan segera setelah itu bekerja keras berusaha,
memperbaikinya dengan sungguh sungguh.
Agar DIA berkenan mengangkat derajatku.
Sebab kalimat pintaku setelah itu kan: warfa’nii,
dan maksudnya itu kan: “angkatlah derajatku”.

Lucu. . . lucu. . sekali. .
mau minta naik derajat,
tapi aku enggan memperbaiki kekurangan kekuranganku.
Ndak masuk akal. .
Ndak nalar.
Ndak logis. . . . .

Eiiiiiih. . baru dapat tiga kumerenung sendiri,
matahari pagi sudah mulai tinggi. . . .

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *