Selamat dari Sergapan Maut

May 23

2014-05-23 keberanian

Perjalanan kemanapun selalu akan menjadi hal biasa.
Walaupun saya dan teman teman menjumpai dan melihat lihat
tempat tempat baru, orang orang baru, kejadian kejadian baru dan lain lain.

Tetapi perjalanan akan menjadi luar biasa
jika dalam perjalanan itu saya dan teman teman
dihadapkan pada situasi yang luar biasa dan berhasil keluar dari situasi itu
secara luar biasa pula.

Nah pengalaman perjalanan berikut bisa menjadi pelajaran luar biasa
buat saya dan teman teman semua. . .

Penulis Tafsir Al Azhar, Prof DR. HAMKA pernah mengalami
perjalanan luar biasa saat menempuh jalan darat selama 4 hari 4 malam
dari Baghdad Irak menuju Mekkah di Saudi Arabia.

Saat itu HAMKA, Irfan salah satu putra HAMKA, istri HAMKA dan Umar sopir yang bertugas memgantarkannya mengalami kejadian yang sangat langka.
Di salah satu kawasan padang pasir, saat Umar melajukan mobil yang mengangkut HAMKA bersama istri dan anaknya, kecepatannya diatas 120 km / jam.

Dari kaca spion mobilnya tiba tiba Umar melihat munculnya BADAI PASIR yang bergulung gulung kuat sedang bergerak seolah mengejar mobilnya.

Meski Umar mempercepat laju mobilnya, tapi kecepatan BADAI PASIR dalam mengejar rombongan itu, jauh lebih luar biasa.

Umar mulai panik.
Tapi tidak dengan HAMKA.
Ulama yang dikenal sebagai budayawan dan juga politisi
kini justru khusyuk berdzikir melantunkan,”ALLAH, ALLAH, ALLAH. . .”.

Irfan sang putra yang juga mengikuti
lantunan dzikir yang makin membulatkan
kepasrahan total kepada ALLAH itu,
membuat Umar terdorong pula untuk mengucapkan
“ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH”

Tapi kengerian justru semakin
merasuki pikiran, perasaan dan hati Umar.
karen justeru BADAI PASIR itu sudah sangat dekat sekali
dengan mobil yang dikemudikannya itu.
Ia tidak bisa membayangkan
bagaimana kalau sampai BADAI PASIR itu
menggulung dan menghacurkan mobil dengan seluruh penumpangnya itu.

Walau begitu ia tetap terus berdzikir
melantunkan ALLAH, ALLAH, ALLAH bersama HAMKA dan keluarganya.

Sementara kengerian belum hilang. . .
Tiba tiba Umar merinding sekali
karena suara lantunan ALLAH, ALLAH, ALLAH. . .
terdengar dari banyak sumber suara dari dalam mobil itu
padahal yang ada dalam mobil hanya 4 orang. . .

Merinding bercampur keheranan luar biasa. . .
Sementara kengerian belum juga lepas
karena BADAI PASIR itu terus mengejar. .

Daaaaaannnnnn. . . .
Secara tiba tiba. . . BADAI PASIR itu bergerak berbelok. .
lalu menjauh dan semakin menjauh. . . .

Setelah akhirnya Umar menghentikan mobil itu. . .
dia bertanya kepada HAMKA. . dengan penuh keheranan. .

“Ami (panggilan pada HAMKA). . . mengapa suara yang melantunkan ALLAH, ALLAH, ALLAH begitu ramai dan banyak sekali tadi dalam mobil, waktu kita tadi
dikejar BADAI PASIR?”

HAMKA hanya menjawab,”. . Alhamdulillah yang penting tadi ALLAH sudah menyelamatkan kita. . .”.

Yang jelas selama ini banyak orang mengetahui
HAMKA selalu rajin membaca AL QURAN
kapanpun beliau punya kesempatan,
serta selalu ringan berdzikir mengagungkan ALLAH SWT. SELAMAT DARI SERGAPAN MAUT

Perjalanan kemanapun selalu akan menjadi hal biasa.
Walaupun saya dan teman teman menjumpai dan melihat lihat
tempat tempat baru, orang orang baru, kejadian kejadian baru dan lain lain.

Tetapi perjalanan akan menjadi luar biasa
jika dalam perjalanan itu saya dan teman teman
dihadapkan pada situasi yang luar biasa dan berhasil keluar dari situasi itu secara luar biasa pula.

Nah pengalaman perjalanan berikut bisa menjadi pelajaran luar biasa
buat saya dan teman teman semua. . .

Penulis Tafsir Al Azhar, Prof DR. HAMKA pernah mengalami
perjalanan luar biasa saat menempuh jalan darat selama 4 hari 4 malam dari Baghdad Irak menuju Mekkah di Saudi Arabia.

Saat itu HAMKA, Irfan salah satu putra HAMKA, istri HAMKA dan Umar sopir yang bertugas memgantarkannya mengalami kejadian yang sangat langka.
Di salah satu kawasan padang pasir, saat Umar melajukan mobil yang mengangkut
HAMKA bersama istri dan anaknya, kecepatannya diatas 120 km / jam.

Dari kaca spion mobilnya tiba tiba Umar melihat
munculnya BADAI PASIR yang bergulung gulung kuat
sedang bergerak seolah mengejar mobilnya.

Meski Umar mempercepat laju mobilnya,
tapi kecepatan BADAI PASIR dalam mengejar rombongan itu,
jauh lebih luar biasa.

Umar mulai panik.
Tapi tidak dengan HAMKA.
Ulama yang dikenal sebagai budayawan dan juga politisi
kini justru khusyuk berdzikir melantunkan,”ALLAH, ALLAH, ALLAH. . .”.

Irfan sang putra yang juga mengikuti
lantunan dzikir yang makin membulatkan
kepasrahan total kepada ALLAH itu,
membuat Umar terdorong pula untuk mengucapkan
“ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH”

Tapi kengerian justru semakin
merasuki pikiran, perasaan dan hati Umar.
karen justeru BADAI PASIR itu sudah sangat dekat sekali
dengan mobil yang dikemudikannya itu.
Ia tidak bisa membayangkan
bagaimana kalau sampai BADAI PASIR itu
menggulung dan menghacurkan mobil dengan seluruh penumpangnya itu.

Walau begitu ia tetap terus berdzikir
melantunkan ALLAH, ALLAH, ALLAH bersama HAMKA dan keluarganya.

Sementara kengerian belum hilang. . .
Tiba tiba Umar merinding sekali
karena suara lantunan ALLAH, ALLAH, ALLAH. . .
terdengar dari banyak sumber suara dari dalam mobil itu
padahal yang ada dalam mobil hanya 4 orang. . .

Merinding bercampur keheranan luar biasa. . .
Sementara kengerian belum juga lepas
karena BADAI PASIR itu terus mengejar. .

Daaaaaannnnnn. . . .
Secara tiba tiba. . . BADAI PASIR itu bergerak berbelok. .
lalu menjauh dan semakin menjauh. . . .

Setelah akhirnya Umar menghentikan mobil itu. . .
dia bertanya kepada HAMKA. . dengan penuh keheranan. .

“Ami (panggilan pada HAMKA). . . mengapa suara yang melantunkan ALLAH, ALLAH, ALLAH begitu ramai dan banyak sekali tadi dalam mobil, waktu kita tadi
dikejar BADAI PASIR?”

HAMKA hanya menjawab,”. . Alhamdulillah yang penting tadi ALLAH sudah menyelamatkan kita. . .”.

Yang jelas selama ini banyak orang mengetahui
HAMKA selalu rajin membaca AL QURAN
kapanpun beliau punya kesempatan,
serta selalu ringan berdzikir mengagungkan ALLAH SWT.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *