Selalu Ada Keajaiban di Setiap Peristiwa

Dec 27

2012 12 27 Cottage Garden Nashville Tennessee

“TUHAN akan selalu memperlihatkan kebenaran janji NYA kepada hamba NYA yang menunaikan perintah dan kehendak NYA”

Di sela sela kegiatan training utamanya saat saat istirahat, saya sering memanfaatkan ngobrol dengan sejumlah peserta training saya. Dan biasanya seringkali saya mendapatkan pengalaman pengalaman menarik dari mereka.

Inilah sejumlah pengalaman yang dituturkan kepada saya:

Pertama: Melayanani Orang Berteduh.

Saat istirahat seorang kawan yang mengikuti training saya menuturkan kejadian unik yang dialami oleh ibunya sendiri yang tinggal serumah dengan kakak laki lakinya.

“. . . . Suatu ketika saat hujan lebat tiba tiba seorang laki laki pengendara sepeda motor menepi dan numpang berteduh diteras rumah ibu saya yang memang dekat dengan jalan raya.

Ibu yang sudah sepuh merasa iba. Laki laki pengendara yang usianya sebaya dengan kakak saya itu kemudian dipersilahkan masuk dengan rasa kasihan karena hujan turun sangat deras sekali.

Didalam rumah, ibu saya membuatkan teh hangat dan menyediakan makanan ringan bagi laki laki pengendara itu yang nampak kedinginan.

Beliau memperlakukan laki laki pengendara itu seperti sedang melayani kakak laki laki saya yang memang tinggal serumah dengan ibu.

Hujan reda, dan dengan sangat berterimakasih laki laki itu meminta ijin melanjutkan perjalanan. Ibu melepaskan kepergian laki laki pengendara itu dengan tulus dan memintanya agar berhati hati dijalan.

Tidak lama setelah itu, kakak saya datang bersama sepeda motor yang dikendarainya. Rupanya kakak juga kehujanan ditengah jalan.

Yang aneh dan sekaligus menakjubkan, ia bercerita bahwa karena hujan deras sekali, ia terpaksa menepi dan berteduh disebuah rumah dekat jalan raya yang dilalui kakak saya.

Oleh pemilik rumah itu, seorang ibu tua yang usianya seperti ibu saya, kakak saya dipersilahkan masuk keruang tamunya, dibuatkan minuman hangat dan bahkan disediakan makanan ringan. Kakak menuturkan bahwa ia diperlakukan begitu baik sekali oleh ibu tua pemilik rumah itu.

Ya hari itu, perlakuan secara tulus oleh ibu saya kepada laki laki pengendara sepeda motor yang berteduh dirumah ibu saya, perlakuan yang sama juga dialami dan diterima oleh kakak saya ketika juga berteduh menepi saat hujan deras itu terjadi. . . .”

Kedua: Laki Laki Karyawan Yang Berniat Pindah Kerja.

Belum sebulan penuturan ini saya dapatkan dari seorang peserta training saya angkatan kedua di sebuah perusahaan milik negara.

“. . . Saya jadi ingat teman di perusahaan ini, yang tiba tiba punya hasrat ingin keluar dari perusahaan dan bermaksud mengikuti jejak kakaknya yang jauh lebih berhasil karena bekerja berdagang di negri tetangga.

Dia bermaksud melakukan itu ketika gundah, kekalutan dan ketidak tenangan menderanya karena prahara rumah tangga menimpanya. Istri nya bercerai darinya karena ikut dengan dengan laki laki lain. Dan usaha sambilan yang dimilikinya hancur berantakan.

Saya lalu menyarankan agar ia tidak keluar dari perusahaan ini dan tidak perlu pindah bekerja mengikuti jejak kakaknya. Saya menyarankan agar ia mau melakukan sholat yang selama ini ditinggalkannya. Termasuk saya memintanya agar mau melakukan sholat malam. Saya juga menyarankannya agar mau berpuasa sunnah.

Saya memintanya datang lagi ke saya menceritakan perubahan yang dialaminya setelah tiga bulan.

Pak Arqom, dia bilang nasehat saya manjur sekali. Hidupnya kini lebih tenang. Itu disampaikannya setelah tiga bulan kemudian. . . .”

Teman teman yang ajaib dari seluruh penuturan itu adalah beliau yang becerita kepada saya itu mengatakan: “Pak Arqom jujur saja, saya berbeda agama dengan Pak Arqom. . .”

Aneh memang, tapi begitulah faktanya dari pengalaman kedua diatas.

Teman teman itulah dua cerita yang saya coba susun ulang agar bisa saya petik hikmahnya ketika saya menceritakannya kembali hari ini di FB saya in

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *