Saya Menemukan Cermin Cermin Ini, Semoga Teman Teman Menemukan yang Lain.

May 18

2014-05-18 cutest kitten on the internet 9

Saya percaya,
siapapun yang saya temui,
sebagian atau seluruh sisi kehidupan nya,
bisa saya jadikan sebagai cermin perbaikan bagi kehidupan saya.

Jika saya menemukan kebaikan demi kebaikan,
pada sebagian atau seluruh sisi kehidupannya,
saya seperti mendapatkan kepercayaan diri dan energi luarbiasa,
untuk melanjutkan kebaikan demi kebaikan yang sudah saya lakukan,
dan mengupayakannya agar lebih sempurna dari waktu ke waktu

Di Pamanukan selama dua hari,
tepatnya pada 15-16 Mei 2014 kemarin,
saya temukan cermin itu pada:

Pertama: Pak Budi
Seperti sebelumnya sudah saya ceritakan,
bahwa beliau mengingatkan saya: sesungguhnya PERUBAHAN,
hanya bisa digerakkan oleh pribadi yang: SANGAT BERJASA,
SANGAT KAYA SUMBER DAYA dan SANGAT SEDERHANA dalam hidupnya.

Hal menarik lainnya adalah kesimpulan beliau bahwa,
jika kita hendak maju secara berkelanjutan dalam skala ummat,
maka di setiap pembicaraan harus nya tema yang diperbincangkan,
mestinya seputar JIHAD PERJUANGAN HIDUP, KEGIGIHAN MENUNTUT ILMU DAN DAMPAK ILMU ITU, serta KEMAMPUAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN BISNIS.

Kedua: Pak Warsa Sang Cleaning Service.
Dari tukang becak hingga menjadi Cleaning Service selalu berprinsip,
“SAYA TUNJUKKAN DULU KERJA SAYA SEBAIK BAIKNYA,
LALU SAYA SERAHKAN ORANG LAIN MENILAI, MENGHARGAI dan MEMBAYAR SAYA

Di Surabaya tadi pagi,
setiba dari Pamanukan Jawa Barat,
saat saya memberikan ceramah motivasi di sebuah kantor notaris,
saya menemukan cermin kehidupan yang lain.
Sebut saja cermin itu sebagai cermin yang. . .

Ketiga: Putra Notaris
Putra Notaris ini pada usia TK nya,
selalu minta uang pada ayah dan ibunya yang notaris,
lalu mengajak anak buah ayah ibunya tersebut,
keliling dari satu masjid ke masjid,
untuk memasukkan uang yang didapat dari ayah ibunya,
ke dalan kotak amal dari setiap masjid yang dikunjunginya.
Kata sang ayah kebiasaan seperti itu,
secara khusus tidak ada yang menfajari.

Putra Notaris ini pernah badannya demam tinggi,
ibunya yang melihat sang anak tertidur kelelahan sekali,
tidak berani membangunkannya,
tapi tiba tiba tengah malam bangun sendiri,
dan segera menunaikan sholat isya yang belum dikerjakannya.

Bahkan pernah suatu waktu ayahnya,
sengaja tidak memaksa membangunkannya untuk sholat shubuh ke masjid,
begitu tahu dirinya terlambat sholat shubuh dan tidak diajak berjamaah,
anak ini menangis sejadi jadinya sebagai tanda protes.

Masih banyak lagi insyaa Allah cermin hidup,
yang bisa saya temukan.
Mungkin teman teman mau membagikannya kepada saya.
Saya tunggu ya.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *