Saya Harus Seperti Sebatang Pensil

Feb 17

pencil

Sebatang pensil itu mengajarkan banyak filosofi hidup bagi saya.
Semua kita tahu bahwa pensil itu:

1. Nilai gunanya ditentukan oleh bagian dalamnya (batu granitnya) yang bisa mengeluarkan goresan tulisan, bukan ditentukan oleh bagian luarnya yang hanya berupa lapisan kayu.
Begitu juga kita, isi pikiran dan isi hati kitalah yang lebih menentukan nilai guna kehidupan kita, dan bukan bungkus jasmani kita.

2. Secara teratur harus diruncingkan atau ditajamkan (diserut) lagi, agar bisa digunakan menulis lebih banyak lagi.
Sebagai orang yang ingin terus berkarya kita semestinya juga harus teratur menajamkan pikiran, perasaan, hati dan jiwa kita dengan belajar dan beribadah lebih banyak serta lebih baik lagi.

3. Sebatang pensil selalu bersedia dihapus untuk diperbaiki keindahan dan kebenaran goresan tulisaanya, hingga yang digoreskan adalah tulisan. yang sepenuhnya indah dan benar.
Kita semua semestinya seperti itu. Harus berlapang dada serta berbesar jiwa untuk diperbaiki, dikoreksi dan disempurnakan agar bisa melahirkan karya hidup yang terbaik.

4. Pensil bisa digunakan menulis di tempat manapun dan dalam posisi apapun. Ini berbeda dengan ballpoint yang hanya bisa digunakan menulis dalam posisi dan kondisi tertentu (di luar angkasa ballpoint tidak bisa digunakan menulis karena tidak ada gravitasi yang bisa mengalirlan tinta ke ujung ballpoint).

Alangkah luarbiasanya kita jika bisa berkarya dalam segala kondisi dan posisi, dan tidak perlu menunggu kondisi dan posisi tertentu.

Oleh karena nya saya pribadi ingin menyerap filosofi hidup yang begitu dalam dari pensil ini.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *