Saya Hanya Ingin Melakukan yang Terbaik

Jan 21

2013 01 21 sepak bola

Latihan sepak bola yang saya kelola setiap hari Rabu pagi di Lapangan Nanngala Dukuh Menanggal Surabaya Selatan sudah berjalan hampir 10 tahun lamanya.

Awalnya bukan saya pengelola dan kordinatornya. Kami sebelumnya berlatih di Lapangan Kampus STEISIA. Saat itu jumlah pemain bola yang ikut pelatihan semakin menurun, karena satu sebab. Kordinator latihan ketika itu pernah menengur dan sekaligus mengatakan:

“MOHON TEMAN TEMAN PEKAN DEPAN KALAU MAU LATIHAN DENGAN KAMI LAGI, KAMI HARAP MENGENAKAN CELANA YANG MENUTUP SAMPAI KE LUTUT YA”

Kalimat itu memang saya maklumi jika diucapkan teman saya yang menjadi kordinator latihan itu, karena memang latihan sepak bola itu dimotori teman teman aktifis masjid. Hanya masalahnya yang ikut bergabung justeru banyak teman teman pemain dengan latar belakang umum, yang masih awam dalam persoalan agama. Sehingga mereka tidak merasa nyaman dengan himbauan itu.

Ketika saya akhirnya meneruskan mengelola latihan itu dan memindahkannya ke Lapangan Nanggala, saya mengambil inisiatif berbeda.

Saya tidak melarang larang ini dan itu kepada siapapun yang mau bergabung ikut latihan. SAYA HANYA BEURUSAHA MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK MEREKA.

Saya berusaha mengenali satu persatu semua teman teman yang bergabung ikut latihan.

Saya selalu berusaha menyempatkan mengatakan: “TERIMAKASIH TELAH IKUT BERGABUNG LATIHAN DENGAN KAMI, SEMOGA PEKAN DEPAN BISA IKUT BERGABUNG LATIHAN LAGI”

Saya berusaha sesering mungkin berbincang akrab dengan satu persatu teman teman latihan itu. Menanyakan namanya, bertanya dimana tinggalnya, berusaha mencari informasi lebih jauh apa sudah bekerja atau sekedar main bola saja, apa sudah berkeluarga atau masih membujang.

Diakhir obrolan saya berusaha menyempatkan menyampaikan harapan dan dukungan,”SEMOGA SEGERA MENDAPAT KLUB MAS”,”SEMOGA USAHANYA LANCAR DAN SUKSES SELALUYA”,”USIAMU MASIH MUDA, BERLATIHLAH LEBIH KERAS LAGI YA AGAR SEMAKIN SUKSES KARIR BOLANYA”, BERSABARLAH SEMOGA ALLAH SEGERA MEMBERIKAN JALAN KELUAR”dan kalimat ucapan lainnya yang saya harap semakin mendekatkan saya dengan teman teman latihan itu secara tulus dan penuh keakraban.

Saat latihan berlangsung walaupun saya kordinatornya, saya tidak banyak mengatur ini dan itu. Saya menyerahkan kepada sejumlah teman yang lebih mengerti untuk membantu saya mengaturnya. Saya hanya menyempatkan selalu memimpin BERDOA BERSAMA sebelum latihan dimulai tidak lebih dari itu. Setelah itu saya berusaha BERMAIN SEBAIK MUNGKIN, dan diluar latihan saya berusaha sekuat tenaga terus BERGAUL dan MEMPERLAKUKAN MEREKA SEBAIK MUNGKIN.

Walaupun saya rasa masih banyak kekurangan, hingga sekarang saya TERUS BERUSAHA MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK MEREKA.

Hasilnya? Teman teman latihan itu selama 3-4 tahun meminta dan meyakinkan saya untuk MEMBUATKAN MAJELIS TA’LIM buat mereka.

Saya tidak bisa menolaknya. SAYA TERUS BERUSAHA MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK MEREKA.

Pengalaman kecil ini semoga sedikit memberi manfaat buat teman teman semua.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *