Satu Jiwa didepan Tiga Jalan Berat Kehidupan

Aug 23

1220145261iz9fk6N

Bagaimana jika suatu ketika tiba tiba jiwa kita harus menanggung tiga beban berat kehidupan sekaligus

Pertama : Kita terpisah bahkan kehilangan orang orang yang selama ini kita kagumi dan kita cintai

Kedua : Kita harus berbesar jiwa untuk menanggung rasa masygul , jengkel ,menahan amarah dan bersabar menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan orang orang yang pernah berhubungan baik dengan kita , karena tiba tiba usaha yang dikelolanya memasuki masa masa sulit ,atau tiba tiba mereka mengalami masa masa berat karena sakit yang dideritanya atau karena tiba tiba mereka tidak suka atas inisiatif kebaikan yang kita ajakkan kepada mereka atau karena sebab sebab yang lain.

Ketiga : Kita mengalami hari hari melelahkan dalam mengelola usaha yang kita kelola karena tidak kunjung membawa hasil ,sementara kita dikhianati , dipersulit , dimusuhi pesaing usaha kita dan sebagainya. Saya tidak mau menjawabnya sekarang , mari kisah nyata berikut ini kita renungkan bersama ……

Penjual Baju

Siang itu di suatu hari di tahun 2008 saya sedang naik sepeda motor di salah satu jalan raya di Surabaya, lalu tiba tiba handphone saya berdering .Ketika kemudian saya angkat terdengat suara disana : “ ….saya sekarang sudah di Malaysia , sementara istri saya , saya relakan bekerja menjadi TKW di Arab Saudi .Alhamdulillah setelah lebih 12 bulan disini , saya mulai bisa menabung dari gaji saya sebagai buruh bangunan .Oh ya sementara saya dan istri bekerja diluar negri sebagai buruh dan TKW , ibu saya sementara saya titipkan di rumah sepupu saya …”

Kalimat itu terasa menyesakkan dada saya .Saya tertegun sejenak.Air mata saya tiba tiba tanpa terasa menetes.Terharu .Salut akan tanggung jawab teman saya itu . Dia ini memang harus melakukan berbagai usaha untuk bisa mencari uang sebanyak banyaknya agar bisa membayar hutang yang jumlah nya sangat besar untuk seorang pengelola toko baju kecil di pasar kota kelahiran kami di Madura.

Saya berusaha mencarikan solusi baginya ketika selama seminggu dia menginap dirumah saya di pinggiran kota Surabaya dalam usahanya mencari pekerjaan agar bisa mendapatkan uang untuk membayar hutangnya. Tapi toh pada akhirnya saya tidak bisa berbuat banyak .Saya tidak bisa mencarikan pekerjaan yang cocok baginya.Saya hanya bisa menampungnya istirahat , makan serta minum .Tidak lebih dari itu .

Dan sebenarnya agak berat bagi saya untuk menyarankan agar menjual toko dan rumahnya agar bisa mencicil sebagian hutangnya , dan agar orang orang sedikit demi sedikit pulih keprcayaannya kepada teman saya tersebut .

Dia akhirnya memang menjual toko dan rumahnya .Dia bayarkan uang hasil penjualan toko dan rumah itu untuk menutupi sebagian hutangnya .

Sisa hutang yang belum bisa dibayarnya , akhirnya dia coba atasi dengan mengambil keputusan berat bekerja di Malaysia , sementara istrinya dia ijinkan bekerja ke Arab Saudi .

Ah sebuah tanggung jawab laki laki yang menakjubkan . Saya mulai menyadari ada begitu banyak orang yang mengambil keputusan seperti teman saya itu, ketika mereka dihadapkan pada kesulitan hidup keuangan yang begitu berat.

Saya semakin merasakan desakan untuk berubah lebih berdaya agar bisa banyak membantu sesama.

Teman teman ,dia yang penuh dedikasi itu , menjadi cermin kehidupan saya hingga sekarang ….

Semoga esok satu demi satu cermin yang lain bisa saya bagikan ….

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *