Ruh Qurani Membuatnya Tidak Gentar Pada Apapun

May 21

2014-05-22 buya-hamka

Saya memang tidak mengenalnya langsung.
Saya yakin teman teman juga begitu.
Saya hanya mengenal jejak hidupnya
melalui karya karya tulisnya
atau melalui karya tulis orang lain
yang menulis tentang kehidupannya.

Saya tahu kebiasaannya adalah
selalu menyempatkan membaca Al Quran
setiap memiliki waktu luang.
Kebiasaan itu begitu kuat melekat pada dirinya.
Beberapa kejadian menakjubkan yang terjadi dalam hidupnya
menunjukkan betapa luarbiasanya
dampak dari kuatnya hubungan dirinya dengan Allah
melalui kebiasaannya selalu membaca Al Quran itu.

Suatu waktu dalam kesempatan perjalanan menunaikan ibadah haji
ada kejadian unik di kapal laut yang ditumpanginya.

Seorang petugas haji dari departemen agama tiba tiba memarahi
seorang anggota rombongan haji yang segera adzan saat waktu dhuhur tiba.

“Siapa itu yang berani beraninya mengumandangkan adzan tanpa seizinku?”.

Petugas haji dari depag itu tiba tiba dibentaknya keras keras
dengan suara yang jauh lebi keras jika dibandingkan saat petugas haji itu memarahi orang adzan tadi

“Keparaat kamu, keparaat orang tuamu, keparaat nenek moyangmu. . . Hei dengaaar apa laranganmu lebih berhak dipatuhi atau panggilan Allah yang lebih pantas untuk diikuti”

Ia memarahi petugas haji dengan wajah meraaah sekali.

Petugas haji itu tiba tiba pucat wajah nya. . lalu duduk dan tertunduk lesu serta hancur segala kesewenang wenangannya yang tidak benar itu.
Dia malu ditengah tengah banyak orang rombongan haji
yang sudah bersiap siap untuk sholat berjamaah di awal waktu.

Merenungkan peristiwa itu dan menceritakannya kembali
kepada teman teman semua disini. . .
membuat saya berkesimpulan bahwa:

KEBIASAANNYA SELALU MEMBACA AL QURAN
KAPANPUN IA MEMILIKI WAKTU LUANG
MEMBAWANYA SEMAKIN DEKAT DENGAN ALLAH TUHAN TUHAN YANG MAHA KUAT. DENGAN CARA ITU IA SELALU
MENDAPATKAN KEKUATAN LUAR BIASA DARI ALLAH
YANG MEMBUATNYA TIDAK GENTAR DAN SELALU BERANI MENGHADAPI APAPUN YANG TIDAK BENAR MENURUT AGAMA.

Saya berkesimpulan seperti itu. Saya belajar banyak dari pengalamannya ini.
Oh ya sampai lupa. . . orang yang saya ceritakan diatas adalah HAMKA.
Atau selengkapnya bernama Prof DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah.
Dia adalah sang penulis Tafsir Al Azhar yang sangat terkenal di negri ini.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *