Ribuan Matahari Kehidupan Penebar Kebaikan

Dec 25

2012 12 25 Screen Shot 2012 12 25 at 07 41 26

“Di langit memang hanya ada satu matahari yang menyinari bumi, tetapi di bumi kita ini ada ribuan matahari penebar kebaikan yang menyinarkan kemajuan bagi kehidupan orang lain”

Saya pernah menceritakan lewat tulisan saya terdahulu tentang dua orang yang sangat sulit kita nilai mana diantara keduanya yang lebih dermawan

Pertama: Seorang budak hitam penjaga kebun kurma yang tulus memberikan 3 potong roti jatah makan siangnya kepada seekor anjing yang tiba tiba mendatanginya karena kelaparan.

Kedua: Seorang dermawan yang karena menyaksikan kemurahan hati sang budak hitam diatas lalu membebaskan dan memerdekan sang budak hitam itu dari majikannya, dan memberikan kebun kurma kepada sang budak hitam itu, setelah kebun kurma itu terlebih dahulu dibeli dari majikan budak hitam itu.

Kedua orang itu membuat kita terheran heran dalam memahami logika dan pertimbangannya ketika mereka berbuat menebar manfaat kebaikan.

Tetapi kalau kita tahu bahwa mereka berdua adalah orang orang yang SEZAMAN dengan Nabi terakhir utusan TUHAN, maka kita tidak akan terlalu berdecak kagum, karena mereka adalah manusia manusia yang TERGEMBLENG langsung oleh Nabi itu.

Namun jika kita menemukan mutiara penebar kebaikan dizaman ini, maka kita akan sangat takjub mengetahui perjalanan hidupnya.

Di sebuah kampung bernama Sawah Raden di Desa Rabat Kecamatan Rumpin Bogor Barat yang mayoritas penghuninya berprofesi petani dan banyak diantara mereka yang tidak mampu menyekolahkan anaknya karena kendala biaya ada sosok laki laki yang kemilau prestasinya mengundang decak cagum kita semua.

Laki laki itu adalah Dedy Sukardi. Ia juga petani kecil seperti semua saudara sedesanya. Tetapi ia pribadi besar, karena memiliki kepedulian dan tanggung besar serta pengorbanan besar untuk kampung dan desa yang dicintainya.

Ketulusan hatinya telah membawa nya menggunakan penghasilan bertaninya untuk membangun sekolah SD dan SMP cuma cuma bagi anak anak dikampungnya yang tidak mampu

Ia mendirikan sekolah sederhana diatas tanah miliknya. Selalin membangun sekolah itu yang kemudian diberin nama Salafiyah Miftahul Hidayah, lelaki yang hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar ini, juga ikut mengajar karena keterbatasan guru.

Pelajaran yang disampaikannya utamanya adalah pelajaran agama. Namun seringkali ia mengajarkan pelajaran umum lainnya.

Memang dia hanya petani kecil dan berpendidikan SD, tetapi dia benar benar membuktikan mantra ajaib: DIMANA ADA KEMAUAN DISITU PASTI ADA JALAN

Buah pengorbanannnya yang luar biasa itu ia dapatkan ketika akhirnya sejumlah dermawan berkenan memberikan bantuan bagi renovasi sekolahnya sebesar Rp 224 juta.

Biasanya cerita kedermawan selalu tentang orang yang kaya, berpedidikan tinggi, dan sekaligus memiliki ketulusan kepedulian kepada sesama.

Tetapi Dedy Sukardi membalikkan anggapan itu. Dia menjadi guru bagi siapapun yang hendak menolong siapapun denga tulus tanpa perlu menunggu menjadi kaya dan berpendidikan tinggi terlebih dahulu.

Ia seperti menyadarkan kita bahwa untuk menjadi penolong penebar kebaikan dan manfaat kepada sesama yang dibutuhkan pertamakali adalah perasaan yang peka terhadap kesulitan hidup orang lain, cita cita besar dan mulya untuk bisa membantu melepaskan derita mereka, serta nyali keberanian berkorban untuk membantu dengan segala keterbatasan.

Tak ada alasan miskin dan berpendidikan rendah untuk menjadi MATAHARI KEHIDUPAN yang sinar terangnya membuka jalan kemajuan bagi masa depan orang lain.

Dedy Sukardi adalah salah satu MATAHARI KEHIDUPAN itu. Dedy Sukardi adalah guru bagi para penebar manfaat dan kemulyaan.

Tebarkanlah manfaat dan kebaikan selalu teman teman. Jadilah engkau salah satu dari ribuan matahari penebar kebaikan dan kemajuan yang ada dibumi kita ini.

Ya ILAAHI ROBBII ridhoilah langkah kami.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *