Rapuhnya Ruhani Seorang Profesional

Apr 28

2013 04 28 +159073 79c5abbc03da9a624fbd05e7987d9253 large

Di sebuah ruang tunggu bandara, dua orang yang sudah lama berteman dan satu kantor sedang menunggu pesawatnya masing masing yang akan mengantar mereka pada dua kota berbeda untuk tugas kantor mereka. . . . . .

AA: “Kenapa engkau nampak kehilangan semangat?”
KH: “Entahlah yang jelas dalam sebulan terakhir ini saya sangat lelah sekali”.
AA: “Barangkali akhir akhir ini kamu kurang istirahat?”
KH:”Saya kira, saya tidur cukup. Makan juga cukup, bahkan olahraga saya jalan”.
AA:”Menurut dugaanku engkau mengalami kelelahan ruhani”
KH: “Bisa jadi begitu. Saya merasa beban hidup yang harus saya tanggung sangat berat”
AA:”Bisa kamu rinci lebih detail lagi?”
KH:”Saya sudah mencoba melakukan ibadah agar lebih dekat dengan Allah, tetapi rasanya tidak ada dampaknya sama sekali”.
AA:”Benar begitu?”
KH:”Saya benar benar mengalami seperti itu”.

Dua hari kemudian. . . . . . di ruang kerja AA sepulang jam kerja

AA:”Saya tahu sekarang mengapa kamu tidak merasakan dampak dari ibadahmu”.
KH: “Bisa beri penjelasan buat saya?.
AA:”Baik, tolong jawab dulu pertanyaan pertama saya.
KH:”Silahkan”
AA:”Menurutmu berapa liter minimal kebutuhan minimal orang dalam sehari semalam terhadap air?
KH:”Dari berbagai sumber yang saya baca, biasanya membutuhkan minimal 2 liter”.
AA:”Jika kurang dari jumlah: itu apa dampaknya?”.
KH:”Badan kita akan lemas”
AA:”Nah begitu juga dengan ibadah”
KH:”Maksudnya?”.
AA:”Sebagai manusia kekuatan utama kita bertumpu pada kekuatan ruhani yang ada dalam tubuh kita. Ruh kita harus mendapatkan kebutuhan minimal gizi atau vitaminnya agar ia memiliki kekuatan dan kesanggupan untuk memikul semua beban kehidupan”.
KH:”Bukankah saya sudah menjalankan semua ibadah yang diwajibkan selama 24 jam dalam kehidupan saya?”.
AA:”Nah itu masalahmu. Dua hari ini saya mengamati kehidupan, aktivitas dan tanggung jawab hidup mu melebihi rata rata orang di sekitarmu. Sementara jumlah ibadah yang engkau kerjakan jumlah dan kualitasnya hanya cukup untuk memberikan kekuatan padamu untuk mengangkat beban rata rata saja. Itu yang membuat mu merasa tidak bertenaga, kurang bersemangat dan terus menerus mudah merasa lelah”.
(Semoga obrolan diatas bermanfaat)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *