Rahasia Mengatasi Berlapis Lapis Kesulitan

Nov 17

+187181 118c7faf2217298a833d28da37acd032 large

“Pengusiran dan ancaman pembunuhan yang diarahkan kepadanya dihadapinya dengan ketenangan, kepercayan diri dan kepasrahan total kepada NYA”

Saya merenung agak lama memikirkan motivasi, kekuatan tenaga dan semangat seperti apa yang ada di dada pemuda itu ketika menerima MISI BESAR dan SUCI dari Sang Rasul Terakhir untuk mengajarkan dan mengajak penduduk Madinah kepada KEBENARAN yang dibawanya?

Padahal tingkat kesulitan dan tantangan yang akan dihadapinya di kota itu berlapis lapis, seperti saya sampaikan pada tulisan kemaren.

Bukan hanya penolakan, kemungkinan besar dia akan diusir, disakiti secara fisik bahkan dibunuh.

Saya meyakini dalam pikiran, perasaan, hati an ruh dan jiwanya pasti ada sesuatu yang BESAR dan KUAT yang menjadi faktor penarik dan penggerak yang luar biasa sehingga pemuda itu mau menerima MISI BESAR itu.

Sekedar sebagai pembuka pemahaman kita memahami masalah ini, di dunia penjualan hampir semua orang yang bekerja untuk memperkenalkan, mengajak dan meyakinkan orang lain untuk menerima bahkan membeli produk tertentu biasanya selalu terobsesi dengan mimpi penghasilan dan gaji yang sangat besar serta beragam bonus yang dijanjikan.

Tak heran jika sebuah seminar tentang RAHASIA SUKSES MENJUAL dari JOE GIRAD (Amerika Serikat) pada Oktober 1992 di Jakarta Hilton Hotel dihadiri oleh ratusan peserta padahal tiketnya Rp. 625. 000 (harga yang sangat mahal pada tahun itu). Orang ingin tahu bagaimana caranya JOE GIRAD ini bisa menjual 6-8 mobil perhari atau 1. 425 mobil pertahun serta total. 13. 001 mobil selama kurun waktu 1963-1978.

Kita sama sama tahu bahwa pekerjaan pemuda itu di kota Madinah yang didatanginya bukanlah jenis pekerjaan yang menjanjikan keuntungan materiil seperti diatas, yang resiko terbesarnya adalah sekedar orang tidak mau membeli produk yang ditawarkan.

Saya yakin dalam pikiran pemuda itu ada pemikiran dan pertimbangan: INILAH KESEMPATAN SAYA UNTUK MEMBUKTIKAN IMAN DAN KESETIAAN SAYA PADA TUHAN SEMESTA ALAM, ALLAH, YANG TELAH MEMBERI ANUGRAH AGAMA KEPADA SAYA, YANG MEMULYAKAN HIDUP SAYA.

Saya juga yakin dalam perasaan pemuda itu pasti ada perasaan: TERLINDUNGI, TERJAGA dan AKAN SENANTIASA DIAMANKAN ALLAH, sebab dirinya sedang berjuang membela dan menyebarkan agama NYA.

Saya juga percaya sepenuhnya bahwa pemuda itu selalu menghubungkan hati, ruh dan jiwanya dalam ruku’ sujudnya yang panjang serta ingatannya yang tak terputus pada ALLAH, TUHAN SEMESTA ALAM yang setiap saat menjaga dan mengatur kehidupan ini.

Sebab hanya dengan itu ia akan mendaptakan KEKUATAN, KETEGARAN, KEBERANIAN, KETENANGAN, KEPERCAYAAN DIRI, KEGIGIHAN dari SANG PENCIPTA KEHIDUPAN sehingga bisa menaklukkan setiap kesulitan yang menghadang di kota itu.

Coba renungkan moment ancaman dan pengusiran berikut yang diteriakkan dengan penuh kebencian oleh seorang tokoh terkemuka Madinah, Usaid Bin Hudhair sambil mengarahkan tombaknya ke arah pemuda itu yang sedang bersama temannya, dengan berkata,”Apa maksud kalian datang ke kota kami ini, apakah hendak membodohi orang orang kecil kami? Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang.”

Pemuda itu tidak terpengaruh dan tidak terpancing untu marah dan bersikap emosional. Sebaliknya ia tetap tenang menguasai diri dan berkata,”Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu. Dan kami akan meninggalkan kota ini selamanya.”

Yah, KETENANGAN, RASA PERCAYA DIRI dan KEPASARAHAN TOTAL kepada ALLAH telah membantu nya bersikap dan bertindak cermat dan tepat dalam suasan segenting itu.

Apa yang kemudian terjadi?

InsyaAllah saya sambung lagi besok ya teman teman. .

Satu komentar

  1. subhanallah..
    seruuuuuuuuuu

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *