Rahasia Mengapa Orang Berkumpul di Sekitar Kita

Aug 17

Berikan hormat pd orang

(Seri “Saya Belajar dari Kesalahan dan Kelemahan -3)

“Orang akan lebih menyukai siapapun yang menghargai mereka daripada orang yang lebih pintar dari mereka “

Sejak SD hingga saya kuliah di Pendidikan Matematika IKIP Negri Surabaya saya masih percaya bahwa prestasi akademik jauh lebih penting untuk dikejar , daripada berusaha bersungguh sungguh membangun karakter unggul didalam diri kita yang bisa semaikin merekatkan kita dengan sesama .

Tetapi ternyata pengalaman menjadi pelajar yang pernah berprestasi tidaklah terlalu menolong hidup saya , jika dibandingkan dengan pengalaman membiasakan diri saya untuk MENGHARGAI SECARA TULUS orang lain .

Seingat saya 3 tahun yang lalu , dan pas bulan Ramadhan ,saya terlibat perbincangan serius dengan seorang dokter spesialis terkemuka di Surabaya

Beliau mengajak saya berbicara empat mata diruang kerjanya dimana beliau sekaligus menjabat sebagai direktur rumah sakit swasta itu.Rumah sakit itu sangat terkenal di Surabaya.

Ketika kami berdua sudah asyik dalam diskusi tentang berbagai isu kemanusiaan , tiba tiba beliau menyampaikan ungkapan rasa kurang berkenannya kepada sekelompok intelektual terkemuka di Surabaya yang suka menyalah nyalahkan sikap dan cara berpikir beliau secara terbuka dan langsung, sementara pada saat yang sama beliau ditawari diajak bergabung dan masuk organisasi yang didirikan para intelektual tersebut

Dan yang mengagetkan saya ketika beliau justeru menyampaikan pengakuan polosnya kepada saya ,” Saya senang sama Mas Arqom , karena Mas Arqom tahu kalau saya salah , tapi Mas Arqom tidak mau langsung menyalahkan saya “

Apa yang saya alami bersama beliau sesungguhnya mengungkapkan salah satu sisi unik kepribadian manusia yaitu bahwa manusia butuh terlebih dahulu DIHARGAI , DITERIMA dan DIAKUI sebelum ditunjukkan kesalahan kesalahannya.

Tapi memang begitulah faktanya.Orang amat sangat suka kepada siapapun yang memperhatikan dan mau menghargai dirinya …..

Pengalaman yang tidak kalah uniknya ketika 10 tahun lalu saat saya mengikuti latihan sepak bola .Pada acara penutupan latihan ,kordinator latihan sepak bola tersebut yang berlatar belakang SANTRI meminta peserta latihan sepak bola tersebut dengan mengatakan ,” Mohon dengan sangat, agar pekan depan kalau mau latihan bersama kami , diharap berpakaian yang menutup aurat “.

Pekan berikutnya ternyata banyak yang tidak datang mengikuti latihan bola tersebut.

Setengah tahun kemudian , sayalah yang didapuk untuk mengkordinir latihan bola tersebut.

Saya menerapkan CARA BERBEDA.Saya lebih berusaha DEKAT SECARA PERSONAL denga para pemain bola itu daripada memilih MEMPERMASALAHKAN CARA BERPAKAIAN mereka yang tidak mau menutup aurat ketika ikut latihan bola bersama kami .Soal soal agama saya perbincangkan sambil lalu saja dalam suasana cair ketika sudah semakin intens begaul dengan mereka

Hasilnya unik dan menakjubkan , teman teman main bola itu mau datang lagi ke latihan kami dan hampir 100 % mau dibuatkan Forum Pengajian .

Dan berjalanlah pengajian para pemain bola itu selama hampir 4 tahun dengan segenap pasang surutnya.

Saya bangga pada mereka .Ternyata kuncinya adalah mau MENERIMA dan MENGHARGAI mereka.

Jadi hidup mengajari saya untuk senantiasa BERILMU .Akan tetapi hidup membukakan mata saya untuk menjadi MANUSIA BERILMU YANG SENANTIASA RENDAH HATI serta MAU BERBESAR JIWA MENGHARGAI sesama

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *