Rahasia Bahagia dalam Keadaan Apapun

Mar 18

2013 03 18 +16017 c7b07d60ff112b1e37b5f7cbb812b1c4 large

Teman teman pada bulan Juli 2012, di FB ini saya sempat menulis tentang kebahagiaan sebagai berikut. Semoga isinya bisa menyegarkan kembali pemahaman kita akan arti kebahagiaan.

“Kita memang tidak bisa berada diatas setiap saat, dan tidak mungkin berada di bawah setiap saat. Akan tetapi kita tetap bisa hidup bahagia setiap saat”

SATU SISI KEBAHAGIAAN HIDUP

Saya tiba tiba punya inisiatif untuk berkirim sms kepada dua orang yang saya anggap penghasilan dan pendapatannya secara materi sangat besar. Kedua orang tersebut adalah Ir Misbahul Huda dan Bu Cici. Ir Misbahul Huda yang secara akrab saya memamanggilnya dengan Mas Misbah adalah Pimpinan PT Temprina (Perusahan Percetakannya Jawa Pros Group) dan juga pimpinan PT Adiprima (Perusahaan Kertasnya Jawa Pos Group). Bu Cici adalah pemilik Dannies Collection yang sangat fenomenal menjadi trendsetter busana muslim yang berasal dari Surabaya.

Kalimat sms yang saya kirimkan beliau berdua adalah: “Apa yang membuat jenengan merasakan kebahagiaan hidup yang paling puncak dalam hidup ini”? Saya sengaja berkirim sms tersebut, karena ingin mengetahui apakah benar materi bisa menjadi puncak pemuasan kebutuhan kebahagiaan manusia.

Kedua nya memberikan jawaban via sms yang amat mengejutkan bagi kita semuanya. Sebab inilah bunyi sms yang dikirimkan Mas Misbah kepada saya:”Di saat nikmat hidup saya (keahlian, ketrerampilan, tulisan dan kata kata, tenaga, harta dan kedudukan saya) memberi manfaat (perubahan baik) bagi orang lain”

Sementara itu jawaban via sms yang saya terima dari Bu Cici adalah sebagai berikut:” Mmm. . kebahagian tertinggi saya ketika kehendak hati saya, yang sangat banyak, selaras dengan kehendak Allah Yang Maha Mengabulkan, bahkan dikasih lebih banyak dari yang saya duga …. mm … nikmaat …Alhamdulilah …bahagia. Finally …saya tidak akan bosan merancang masa depan kebahagiaan saya, keluarga dan banyak orang disekeliling saya …”

Kita bisa menilai sendiri jawaban beliau berdua benar benar diluar perkiraan orang orang yang selalu beranggapan bahwa puncak kebahagiaan adalah memiliki materi secra melimpah dalam
kehidupan ini.

Majalah SWAsembada, majalah bisnis yang terbit pada edisi September 2010, memuat liputan tentang BISNIS SOSIAL KONGLOMERAT. Sebagaimana judulnya, isinya memang sepenuhnya
berisi liputan tentang kegiatan kegiatan amal sosial yang dilakukan orang orang kaya di negri ini serta beberapa orang terkaya didunia.

Bill Gate orang yang paling kaya dunia lewat perusahaan software nya pada tahun 2010 mengeluarkan uangnya sebesar US$ 10 milyar atau sekitar Rp 93, 4 trilyun untuk proyek sosial penelitian vaksin baru dan membawanya kenegara Negara termiskin di dunia. Ia juga mengajah investor saham kenamaan dunia Warren Buffet – juga orang terkaya dunia –. Mereka berdua berhasil menguimpulkan dana amal US$ 150 milyar atau sekitar Rp. 1. 380 trilyun.

Mereka semua kaya, tetapi puncak kebahagiaan hidupnya justeru diperoleh dengan mendedikasikan dirinya untuk banyak memberi kepada sesama dengan apa yang mereka miliki.

SISI LAIN KEBAHAGIAAN HIDUP

Ini dialog antara seorang kulit angkut barang di pasar Baghdad dengan putra Khalifah waktu itu yaitu Al-Makmun.

“Aku telah mengamati kamu, dan melihat beratnya pekerjaanmu. Maukah kamu hidup bersamaku? Bawah keluargamu. Disini kamu bisa makan, istirahat, tidak ada sedih, tidak ada duka, tidak ada kegaluan.

“Wahai putra khalifah, sesungguhnya tidak ada kegalauan bagi orang yang tidak bermaksiat, tidak ada sedih bagi orang yang tidak berbuat buruk. Adapun orang yang harinya dilalui dengan kemarahan dari Allah, bermaksiat kepada Allah, maka dialah yang merasakan galau, sedih dan duka.”

Melihat dua tipe orang yang bahagia dari dua latar kehidupan berbeda, saya kemudian teringat akan rumusan hidup bahagia yang pernah saya tulis.

Dalam rumusan kebahagiaan yang saya tulis dalam buku saya: BAHAGIA, KUAT, PRODUKTIF dan KONTRIBUTIF dengan TAZKIYAH, saya menuliskannya: “dasar dan sekaligus puncak kebahagiaan adalah jika kita dapat menjalani hidup dengan semangat pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Mencipta Kehidupan dengan dorongan rasa terimaksih kita kepada-Nya, rasa rindu kita untuk selalu dekat denga-Nya, rasa tulus ikhlash kita untuk selalu mengabdi kepada-Nya dan bekerja keras untuk memberi manfaat kepada makhlu-Nya agar kita kemudian mendapat kasih sayang, cinta perkenan dan ridho-NYa.

Saya sangat memegangi arti kebahagiaan seperti itu sebab dengan demikian kita bisa selalu bahagia dalam keadaan kaya atau miskin, dalam keadaan berkuasa atau sebagai orang biasa, dalam keadaan berkumpul dengan orang orang yang kita cintai atau hidup sebatang kara.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *