Penopang Hidup Mulia, Unggul, dan Bermartabat

Oct 05

121005 scenery 1219627682st33cwy

Manusia yang hidup di abad informasi seperti kita ini seringkali memperlihatkan prilaku yang semakin aneh dan sulit dipahami dengan logika kebenaran.

Mulai dari kehidupan dibidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, politik, keamanan, keagamaan dan lain sebagainya, semakin banyak kita menemukan tindakan tindakan yang menjungkir balikkan akal sehat.

Akan tetapi kemudian tindakan tindakan aneh serta perbuatan perbuatan yang jelas jelas melanggar NILAI KEBENARAN mulai “diterima” oleh publik karena intensitas publikasi media yang meningkat disertai dengan dalih Hak Azasi Manusia dan Kesamaan di depan Hukum.

Saya lalu sadar betapa secara personal kita manusia amat membutuhkan hal hal berikut :

1.Petunjuk.
Jika pikiran dan kesadaran manusia tidak dikenalkan pada sesuatu yang bisa membimbingnya untuk mengetahui dan memahami sebuah kehidupan mulya yang harus dijalani, Tuhan Pencipta Kehidupan yang mesti dipatuhi dalam hidup ini, nilai dan tata kelola hidup yang harus dijunjung tinggi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari hari, maka akan lebih sering terjadi lagi tindakan dan perbuatan manusia yang semakin aneh dan melanggar kebenaran NYA.

Majalah GATRA edisi pekan pertama Agustus 2012 pernah memuat laporan tentang 10 judul film yang isinya benar benar mengilhami orang yang pernah menonton film itu melakukan tindakan tindakan kriminal sangat brutal.

Salah satu film yang saya ingat adalah film yang menceritakan sekelompok anak muda yang bermabuk mabukan sambil menari nari lalu secara bergantian memperkosa seorang wanita

2.Kesetiaan dan loyalitas yang membahagiakan.

Publikasi media cetak dan elektronik yang begitu massif tentang segala kemudahan, keindahan dan kemewahan hidup telah membawa manusia kepada budaya hidup yang semakin hedonis, pragmatis dan materialis.

Ribuan anak anak muda kemudian menjadi korban dari perbudakan dan pemujaan terhadap seks, narkoba, minuman keras serta pergaulan bebas.

Saya belum bisa melupakan peristiwa dimana pengurus RT RW di komplek perumahan saya memergoki anak muda berusia sekitar 23 tahun pada jam 3 dini hari kesasar memasuki perumahan kami dalam keadaan setengah sadar karena overdosis narkoba dan akhirnya meninggal pada jam 10.00

Tanpa kesetiaan, loyalitas dan dedikasi hidup diatas KEBENARAN dan NILAI UNGGUL seperti yang telah diajarkan dalam KITAB SUCI NYA, maka kita akan semakin banyak menemukan ribuan generasi muda yang bertumbangan menjadi korban keganasan hidup yang sengaja menjauh dari TUHAN ( bersambung )

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *