Penjual Nasi di Pasar Desa Yang Menularkan Kemajuan

Oct 08

2013 10 08 2013108 early morning in germany

Dia hanya meneruskan pekerjaan ibunya.
Di pasar dipinggir jalan raya di desanya sudah 20 tahun lebih ibunya berjualan nasi.
Dia hanya lulusan SD.
Anaknya berjumlah 3 dari pernikahannya dengan suaminya yang bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji pas pasan.

Tapi 4 orang adiknya terbilang sukses.
Semuanya bisa kuliah.
Bahkan mereka sudah bekerja.

Berat memang membiayai ketiga anaknya denga cara itu.
Tapi dia bangga sebab semua adik adiknya yang sudah kuliah dan kini bekerja menjadi penghibur jiwanya.
Karena kepada adik adiknya dia menularkan kerja keras, kegigihan, tidak menyerah dengan kesulitan hidup yang paling berat sekalipun, tidak merengek rengek agar dibelaskasihani orang lain, selalu mau berdoa dan berharap penuh kepada YANG MAHA MENGATUR KEHIDUPAN YANG MAHA ESA.

Dahulu dia memang yang mendorong adik adiknya untuk meneruskan kuliah.
Sebab itulah cara yang diyakininya akan bisa merubah nasib keluarganya.
Kuliah atau pendidikan lebih tinggi atau apapun sebutannya ternyata merubah banyak hal pada adik adiknya.
Keyakinannya tentang perlunya hidup harus diperjuangkan dengan lebih serius terbentuk pada diri adik adiknya.
Cara berpikir yang lebih baik tentang bagaimana mengelola hidup lebih maju secara bertahap makin menancap dalam benak adik adiknya.
Begitu juga sikap sikap unggul dan kebiasaan kebiasaan hidup yang lebih produktif semakin mewarnai sepak terjang keseharian adik adiknya.

Penjual nasi itu memang tidak memberi uang dan harta berharga lainnya kepada adik adiknya.
Tetapi kegigihan hidupnya memberi inspirasi, menguatkan motivasi, memberi suntikan daya tahan serta menularkan ketangguhan berjuang pada adik adiknya.
Dan kini adik adiknya tumbuh sebagai anak anak muda yang tidak hanya semakin maju keyakinan, cara berpikir, sikap, tindakan dan budaya hidupnya, tetapi juga mereka semakin relegius.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *