Penggerak

Sep 12

2013 09 13 20130913 autumn splender

Akhmad: Bisakah kamu jelaskan mengapa sebagian orang termasuk saya kadang begitu bersemangat bekerja sementara yang lainnya nampak tidak begitu bergairah?

Arqom: Penyebab pertamanya adalah kejelasan orientasi.

Akhmad: Bisa didetailkan?

Arqom: Jika kamu memandang bekerja mencari rezeki sebagai panggilan TUHAN kepadamu agar hidup yang merupakan amanah NYA kepadamu, kamu biayai dengan mencari rezeki di atas jalan lurus NYA, maka kamu akan selalu memiliki semangat pemantik untuk bekerja.

Akhmad: Lalu?

Arqom: Hal kedua yang akan memacu semangatmu bekerja adalah besarnya kesadaran akan tanggung jawabmu terhadap orang orang yang harus kamu biayai hidup mereka. Mulai dari orangtuamu, istrimu, anak dan adikmu dan sebagainya.

Akhmad: Yang ketiga?

Arqom: Temukanlah dan sesuaikanlah pekerjaanmu dengan latar belakang bakat, hobi dan pendidikanmu. Itu kalau bisa. Dengan cara itu bekerja akan menyenangkan bagimu. Jika tidak, berusahalah kamu mencitai pekerjaanmu yang sekarang karena dari hasil bekerjamu, kamu bisa memperoleh rezeki untuk menafkahi semua orang yang menjadi tanggung jawabmu.

Akhmad: Tapi kan tidak semua orang termasuk saya tidak miliki kondisi ideal begitu?

Arqom: Benar memang. Oleh karenanya hal fundamental lainnya yang akan menyemangatimu bekerja adalah visi pekerjaanmu.

Akhmad: Apa maksudnya?

Arqom: Visi adalah cita cita pekerjaanmu. Milikilah cita cita ingin memberikan manfaat dan layanan guna kebaikaan kepada orang lain dengan pekerjaanmu itu. Kamu pasti akan selalu termotivasi untuk bekerja dengan performa terbaik dan menghasilkan yang terbaik pula. TUHAN akan menakdirkamu disukai dan dihargai banyak orang secara bertahap.

Akhmad: Ada lagi hal penting lainnya?

Arqom: Ada. Tenaga atau kekuatan bekerjamu harus engkau jaga selalu. Bukan sekedar kekuatan badanmu. Tetapi yang jauh lebih penting yang saya maksud dengan kekuatan adalah bara semangatmu, kobaran motivasimu, kegigihanmu, dayatahanmu serta kekuatan harapan dan kepasrahanmu kepada TUHAN SEMESTA KEHIDUPAN.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *