Pengalaman Pengalaman Hidup Yang Membuat Saya Semakin Jatuh Cinta

May 29

2013 05 31 +571525 9ba9c6f56f7ef022542545ddb295dd74 large

Menunggu 7 jam di bandara King Abdul Azis Jeddah untuk berangkat ke tanah air selepas menunaikan umroh pada 2007 bukanlah hal yang nyaman bagi saya. Saya memikirkan aktifitas apa yang bisa saya lakukan untuk mengusir kejenuhan. Saya memutuskan untuk membaca dan berusaha sekuat tenaga agar bisa menghafal surat Ibrahim. Saya bertekad ingin menjadikannya sebagai oleh oleh khusus dari Tanah Suci.

Walau pada akhirnya saya dimudahkan Allah untuk menghafalnya, sebenarnya yang terasa semakin memberi keistimewaan pada saya adalah daya pengaruhnya dalam menenangkan, mengembalikan kebugaran, meneguhkan dan mengokohkan pikiran, perasaan, hati dan jiwa saya sehingga bukan hanya saya mampu mengatasi kejenuhan menunggu tibanya jadwal penerbangan ke tanah air tetapi saya SEMAKIN MUDAH TERBANTU MENGATASI KEJENUHAN BERJUANG DALAM HIDUP INI SECARA KESSELURUHAN.

Pengalaman lain yang justeru jauh lebih awal terjadinya dan juga meninggalkan kesan yang amat kuat pada saya adalah saat saya harus nekat tidur sendiri dirumahmilik kenalan orang tua saya di Surabaya. Rumah itu sudah hampir setahun lebih tidak berpenghuni. Kosong, gelap, ukurannya cukup besar dan saya merasakan sedikit kesan keangkeran.

Hanya rumah itu yang tersedia bagi saya untuk mengistirahatkan badan saya yang sudah letih luar biasa setelah seharian saya mengurus kesibukan kulian di Pendidikan Matematikan IKIP Negri Surabaya (sekarang UNESA). Pemilik rumah itu dengan penuh ketulusan mempersilahkan saya untuk tinggal sementara dirumah tersebut sampai saya memperoleh tempat kos. Untuk mencari tempat kos di dekat kampus IKIP Negri SURABAYA waktu itu saya belum mampu membayarnya.

Dengan agak ragu dan perasaan takut yang saya coba atasi, saya memutuskan malam itu harus tidur dirumah itu. Tetapi inilah yang saya lakukan. Saya menenangkan, meneguhkan, menumbuhkan keberanian dan mengusir rasa takut dengan cara membaca Surat Yasin yang terdiri dari 83 ayat selama 3 kali. Alhamdulillah ALLAH memberi ketenangan, menghilangkan rasa takut saya serta menumbuhkan keberanian saya.

Kejadian yang hampir serupa terjadi saat saya berkemah di sebuah hutan di kawasan Malang bersama sejumlah teman dari Surabaya. Karena kondisi badan saya drop, saya tidak bisa mengikuti satu sesi acara pada malam hari. Saya minta ijin ke tenda untuk istirahat secepatnya walaupun harus istirahat sendirian ditenda itu.

Tiba tiba keberanian saya pelan pelan mulai menghilang dan saya justeru semakin dirasuki rasa takut. Saya lalu memutuskan untuk membaca Al Quran dengan suara agak keras. Alhamdulillah saya mendapatkan ketenangan, keberanian saya ditumbuhkan oleh NYA dan rasa takut saya dilenyapkan NYA.

Dalam berbagai kejadian berikutnya di moment-moment berbeda saya selalu TERTENANGKAN, TERHILANGKAN KETAKUTAN SAYA dan TERTUMBUHKAN KEBERANIAN saya bahkan KEYAKINAN, RASA PERCAYA DIRI, KEMANTAPAN JIWA, KEBERANIAN MENGAMBIL RESIKO dan KEGIGIHAN DAYA JUANG HIDUP saya dilipatgandakan oleh ALLAH setiap saya selesai membaca ayat ayat NYA baik dari mushaf langsung maupun melalui hafalan saya. Baik saat sedang sholat maupun diluar sholat.

Jujur saja, pengalaman pengalaman itu semakin membuat saya jatuh cinta pada Al Quran.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *