Pengalaman Cita-cita, Kerja Keras, Doa dan Kepasrahan yang Menakjubkan

Dec 13

2012 12 13 +scenery Albena Markova

“Sempurnakanlah ikhtiyarmu sekuat tenaga diatas jalan NYA, memintalah kepada NYA dengan sungguh sungguh, lalu pasrahkanlah sepenuhnya hasilnya kepada NYA, itu kunci kekuatan dan kemajuan hidupmu”

Dari hari ke hari aku semakin belajar memegang teguh prinsip ini. . .

Kalau aku bekerja keras, lalu meminta dan berharap sepenuhnya kepada TUHAN SEMESTA KEHIDUPAN maka aku harus MEMASRAHKAN hasilnya kepada NYA.

Sebab yang memiliki otoritas mutlak adalah DIA.
DIA lah yang MAHA BERKUASA ATA SEGALA SESUATU.

Ikhtiar kerja kerasku dan pintaku kepada NYA tidak punya otoritas apa apa. Akan tetapi TUHAN menetapkan diri NYA akan memberikan rahmat NYA kepada hamba hamba NYA yang berbuat kebaikan dengan kerja keras maksimalnya dan doanya secara tulus diatas jalan NYA.

Dengan cara ini aku dan dirimu akan bisa memahami kejaiban kejaiban ikhtiar dan doa secara maksimal dan optimal dari hamba hamba NYA yang dibalas oleh NYA dengan anugrah yang menakjubkan berikut ini:

Pertama: Seorang ibu yang tidak bersekolah sama sekali, memilih berketetapan hati untuk menjadi pemulung membanting tulang sejak dari shubuh hingga malam hari agar bisa membiayai lima orang anaknya.

Wanita berusia 52 tahun rela keluar masuk kota kelahirannya di Indonesia Timur untuk memungut botol dan gelas bekas air mineral untuk dijual lagi demi menghantarkan anaknya pada derajat hidup yang lebih tinggi dari dirinya.

Hasilnya putra sulung dan anak keduanya sudah berhasil menamatkan pendidikannya di Universitas Pattimura. Dan ketika ditanya kapan dia akan berhenti menjadi pemulung, dia mengatakan, jika anaknya sudah selesai kuliah semuanya baru dia akan berhenti.

Kedua: Wanita wanita di Gaza Palestina, memilih tidak menyerah dengan kebrutalan agresi Israel tahun ini selama 8 hari. Sebaliknya mereka memilih melawan dengan cara berusaha sekuat tenaga menjadi istri dan ibu yang luar biasa bagi para suami dan anak anak mereka yang berjuang mempertahankan kehormatan agama dan negaranya.

Tuhan memberikan buah perjuangan yang manis berikut:

Walaupun yang meninggal (mati syahid) dalam agresi biadab itu sekitar 200 orang dan yang terluka menembus angka 1000 orang tetapi justeru jumlah bayi lahir angkanya menakjubkan.

”Dalam agresi Israel terakhir yang berlangsung selama delapan hari, ada 1. 197 bayi lahir dengan rata-rata 150 kelahiran per hari,”sebut laporan Badan Catatan Sipil Gaza.

Sementara, bayi Palestina yang lahir di Jalur Gaza selama bulan November mencapai 4. 110 kelahiran. Jumlahnya terdiri atas 2. 082 bayi laki-laki dan 2028 bayi perempuan. Rata-rata kelahirannya sekitar 137 kelahiran per hari.

Itulah kunci ketiga dari kemajuan hidup: menyempurnakan cita cita, kerja keras dan doamu dengan KEPASRAHAN TOTAL kepada YANG MAHA MENGATUR KEHIDUPAN (Jember, 13 Desember 2012)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *