Pembangun Kekuatan Jiwa menuju Hidup yang Produktif

Aug 04

Suatu saat seorang pekerja media dari kelompok Suara Surabaya media meminta saya menulis tentang puasa .Akhirnya saya mengirimkan tulisan analisis tentang bagaimana puasa dapat membangun KEKUATAN KEPRIBADIAN diri kita seperti berikut ini

Akhir akhir ini , disepanjang hari yang kita jalani ,apabila kita menyaksiakan siaran siaran berita di tel
ivisi, maka hampir pasti lebih dari 50% berita itu selalu berkisar diseputar : demonstrasi , korupsi , perampokan , konflik , perselingkuhan dan sebagainya .
Jadi saya berpikir kehidupan sosial kita dari hari kehari semakin dipenuhi dengan berita prilaku dan tindakan tindakan manusia yang cenderung lebih banyak negatifnya.

Gejala apakah ini ? Ada banyak jawabannya .Sebab penjelasannya bisa muncul dari berbagai sudut pandang dalam menilai masalah itu.Tetapi kita tentu sepakat , bahwa kita membutuhkan solusi bagi persoalan –persoalan prilaku kemanusiaann itu.

Dan kita tentu juga sepakat bahwa puasa yang sekarang kita lakukan di bulan Ramadhan ini adalah salah satu solusi yang fundamental dalam membangun kembali kualitas manusia secarah utuh .

Akan tetapi puasa seperti apakah yang bisa menghasilkan jiwa manusia yang berkualitas :

1.Hendaklah puasa itu didasari oleh niat PENGABDIAN yang IKHLASH dan semangat ingin MENDEKATKAN DIRI kepada Dia Yang Maha Menguasai Kehidupan , ALLAH SWT . Ini adalah syarat mendasar dari aktifitas puasa karena memang puasa merupakan perintah dan kewajiban dari NYA yang ada dalam satu Rukun Islam .

2.Menjaga agar sepanjang siang hari selama kita berpuasa , kita selalu melakukan hal hal POSITIF dan KONSTRUKTIF yang amat mempengaruhi bagi TUMBUHNYA SIFAT SIFAT UNGGUL dalam diri kita.Untuk itulah mengapa kemudian orang yang berpuasa dianjurkan banyak melakukan amalan amalan sunnah sepanjang siang hari puasa seperti tilawah Quran , berdzikir , berinfaq serta bershodaqah , dan beragam amal kebaikan lainnya .

3.Memiliki KENDALI DIRI terhadap unsur unsur yang DESTRUKTIF terhadap jiwa.Secara KODRATI jiwa atau ruh manusia diciptakan oleh Allah memiliki tabiat dasar MUDAH MELEMAH , dan menjadi TIDAK BERTENAGA oleh segala sesuatu yang TERKATEGORI DOSA .Pada dasarnya dosa terjadi ketika perintah peritah Nya tidak dilaksanakan dan larang laranga Nya justru dikerjakan .

4.Memiliki KONTROL DIRI agar TIDAK BERLEBIHAN saat menggunakan HAL HAL YANG DIPERBOLEHKAN saat berpuasa seperti tidur atau istirahat dan yang diperbolehkan saat berbuka berpuasa seperti makan , minum dan berhubungan sex .

Sebab apabila semua hal hal itu digunakan secara berlebihan maka jiwa kita TIDAK MAKSIMAL DILATIH untuk bisa MENGENDALIKAN pemenuhan kebutuhan kebutuhan biologis , tetapi bahkan sebaliknya kitalah yang DIKENDALIKAN oleh KEBUTUHAN KEBUTUHAN BIOLOGIS itu .

5.Meningkatkan KAPASITAS BERPIKIR kita dengan BANYAK TAFAKKUR selama hari hari berpuasa , betapa sesungguhnya amat MUDAH kita MENGUASAI dan MENGENDALIKAN dunia dengan segala perhiasaannya , dan betapa AMAT BODOHnya manusia yang tidak bisa lepas dari PERANGKAP PRAGMATISME dunia.

6.MEMAKSIMALKAN saat saat disunnahkannya i’tikaf pada sepuluh hari terakihir untuk semakin MENDEKATKAN diri kepada NYA dengan berusaha sekuat tenaga melipatgandakan jumlah dan kualitas amal sholeh yang bisa kita kerjakan.

7.Banyaklah MEMINTA kepada-NYA agar dianugrahi IMAN , KEIKHLASAN , KESABARAN , KEISTIQOMAHAN dalam menjalan semua kehendak kehendak Nya yang ada dalam kita suci NYA Alquran dan yang ada dalam sunnah sunnah nabi NYA, serta memintalah agar mendapat PUNCAK KEBAHAGIAAN HIDUP yakni KEMBALI PULANG kehadirat NYA dalam keadaan husnul khotimah serta diridhoi NYA untuk memasuki surga NYAkelak.

8.Memiliki TARGET MAKSIMAL KARYA KEBAIKAN yang ingin kita WUJUDKAN sebagai penyaluran ENERGI TAQWA yang kita dapatkan dibulan Ramadhan ini untuk KEJAYAAN DIRI ,UMMAT dan BANGSA yang kita cintai ini

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *