Panglima Perang yang Mengungkap Rahasia Kemenangan

Jan 23

2013 01 23 +12582023671WVIJfq

Kaisar itu memanggil panglima perangnya dan bertanya tentang berbagai hal:

Kaisar: “Apa yang menyebabkan kita kalah dari lawan kita? Apakah jumlah mereka jauh lebih banyak?”

Panglima: “Bahkan jumlah tentara kita jauh lebih banyak dari mereka?”

Kaisar: “Apakah persenjataan mereka jauh lebih lengkap?”

Panglima: “Tidak paduka, bahkan persenjataan kita jauh lebih lengkap dan lebih baik”

Kaisar:”Lalu apa yang menyebabkan kita kalah dari mereka?”

Panglima:”Maaf Kaisar, pasukan kita jika sedang jedah perang di sore hingga malam hari membutuhkan, minuman keras dan wanita untuk menghibur dan menghilangkan kelelahan setelah seharian berperang, serta untuk mengembalikan semangat tempur dihari berikutnya. Sementara pasukan mereka, jika jedah perang, dan malam sudah mulai masuk, mereka menggelar selembar sajadah, lalu mereka ruku ‘ dan sujud kepada TUHAN mereka untuk menghilangkan kelelahan mereka dan mengembalikan kekuatan tempur mereka. Itu saya kira penyebab kekalahan kita Kaisar”

. . . . . . . . . Teman teman itu catatan sejarah yang terungkap saat seorang Kaisar Eropa mencoba memahami penyebab kekalahan pasukannya dari pasukan Arab.

. . . . . . . . Suatu saat selepas sholat berjamaah shubuh di Masjid Al Falah, saya pernah melintas jalan tengah kota Surabaya menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Dan ini yang saya lihat. . .

Disalah satu hotel terkenal di Surabaya, selepas sholat shubuh saya melihat puluhan bahkan mungkin mencapai seratus lebih. . turun dari Tempat Karaoke Hiburan dilantai teratas Hotel itu yang menyediakan segala sensansi hiburan hedonis dan erotis. . .

Mereka melepaskan kelelahan, depresi jiwa, dan ketertekanan batin dengan cara pragmatis hedonis seperti itu yang tentu sangat berbiaya mahal, dan yang lebih penting BERESIKO BESAR. .

Sementara kita sanagat bersyukur, karena selembar sajadah yang kita gelar di masjid menjadi tempat dimana kita bisa menghubungkan pikiran, perasaan, hati dan jiwa kita yang lelah, letih, capek, pesimis, putus asa dan hendak menyerah ditengah jalan, untuk ruku’ dan sujud mendekat kepada PENCIPTA KEHIDUPAN. Lalu selepas itu kita kembali mendapatkan anugrah kesegeran jiwa, ketenangan batin, kekuatan tekad, optimisme dan keyakinan hidup serta keperkasaan jiwa dari NYA.

Dan hidup siap kita jalani dan kita kelola kembali dengan cara yang lebih baik dari kemarin.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *