Menjaga Kesuburan Pertumbuhan Karakter

Dec 21

2012 12 21 +1256883597YEshR71

Dua kali sampai tiga kali saya menyarankan kepada sejumlah teman agar mau memperkuat dan memperkokoh ruhaninya, pikiran, perasaan, hati dan jiwa nya dengan cara MEMASUKKAN WAHYU ILAHI kedalam dirinya SESERING MUNGKIN melaluli memperdengarkan bacaan bacaan WAHYU ILAHI dari para PEMBACA WAHYU ILAHI yang bacaan dan suaranya benar dan indah.

Lalu bersama alunan bacaan WAHYU ILAHI yang benar dan indah terdengar itu, sertailah MENIRUKAN bacaan WAHYU ILAHI itu.

Itu saran teknis saya terutama bagi beberapa yang merasa kurang lancar dan kurang indah membaca ayat ayat NYA. Dengan cara membaca melalu MENIRU atau MENYERTAI seperti itu akan tumbuhlah RASA SUKA dan SENANG memperdengarkan WAHYU ILAHI itu kepada diri kita SESERING mungkin.

Saya ingin mengutipkan penjelasan dua tokoh besar yang sama sama merasakan beratnya hidup dipenjara, tetapi mereka bisa menjadi kuat, tegar dan tidak tergoyahkan sikap serta pendiriaanya saat diintimidasi, karena mereka didalam penjara itu begitu banyak membaca, memikirkan, dan menguatkan ruhani mereka dengan ayat ayat dalam WAHYU ILAHI itu dalam berbagai kesempatan terutama pada saat saat ruku’ dan sujud mereka kepada TUHAN SEMESTA ALAM PEMILIK WAHYU itu

Pertama: Sayyid Qutub.

Dia mengatakan tentang WAHYU ILAHI itu: “Wahyu itu mengandung kehidupan. Wahyu menyebarkan kehidupan, mendorongnya, menggerakkannya, dan mengembangkannya didalam kalbu dan dalam realitas praktis yang nyata”

Kedua: Prof. DR. HAMKA

Dia mengungkapkan pendapatnya tentang sebutan RUH bagi WAHYU ILAHi dalam Surat ke 42 ayat 52 dengan mengatakan: “Wahyu Ilahi dijelaskan dipangkal ayat ini adalah RUH. Tegasnya RUH dari ruh. Karena kalau kalau hidup kita ini hanya dengan ruh ini saja, nafas yang turun naik ini, sama saja dengan mati. Wahyu adalah untuk menjiwai ruh dan menghidupkan hati, dan ruh menjiwai badan”

Dan beliau menegaskan bahwa ruh (yang ada dalam badan yang disebutnya dengan”nafas yang turun naik”) sama saja dengan mati jika tidak memiliki ma’rifat (pengetahuan), tauhid, cinta, ibadah serta iman yang diajarkan oleh RUH (WAHYU ILAHI) itu.

Nah mari semakin perkokoh dan perkuat pertumbuhan karakter karakter unggul dalam diri kita dengan MEMASUKKAN WAHYU ILAHI itu SESERING MUNGKIN kedalam diri kita melalui kebiasaan membaca, memahami, serta melekatkannya di dalam diri kita.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *