Menghancurkan 6 Penghambat Kemajuan – 1

Aug 26

1257222729shIlrHK

“Hidup seringkali hanya berjalan ditempat,karena kita membiarkan diri kita sendiri dipenjara oleh kesedihan atas peristiwa yang sudah berlalu “

Tulisan ini masih merupakan kelanjutan tulisan saya sebelumnya yang bertema: Satu Jiwa dihadapan Tiga Beban Berat Kehidupan

Penghambat pertama kemajuan adalah: Kesedihan yang terus menerus memenjarakan pikiran, perasaan dan hati kita. Kesedihan seperti itu bisa disebabkan oleh: 1.Kondisi fisiologis yang tidak sempurna 2.Kenyataan sosiologis keluarga yang miskin 3.Pendidikan yang rendah dan terbatas 4.Pengalaman kegagalan dimasa lalu

Saya mengalami langsung apa yang saya sebutkan diatas.

Terlahir dari keluarga miskin ( ayah bekerja sebagi tukang becak dan ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga ),diawal awal pertumbuhan kepribadian saya, saya mengalami suasana terpenjara agak lama dengan realitas kondisi sosiologis saya yang miskin, kondisi fisiologis saya yang kurus dan kurang bertenaga.

Dampaknya 1.Fokus perhatian saya seringkali hanya tertuju ke masa lalu bukan ke masa depan,padahal hidup yang saya jalani bergerak kedepan bukan kebelakang

2.Saya kehilangan kesempatan dan kemampuan untuk memikirkan masa depan saya karena pikiran dan perasaan tersedot ke masa lalu

3.Hidup saya hanya berjalan ditempat.

4.Memboroskan energi karena tidak ada perubahan yang signifikan, akibat saya membiarkan diri terus menerus terpenjara oleh kesedihan yang sudah pasti menyedot energi saya.

Alhamdulillah saya lalu dimudahkan oleh NYA menemukan kunci melepaskan diri dari rasa sedih yang memenjarakan itu:

1.Menyadarkan diri sendiri secara lebih dalam bahwa hampir tidak ada orang yang tumbuh dan maju hidupnya tanpa melewati saat saat miskin, tidak mampu serta tidak berdaya, gagal berprestasi dan sebagainya

2.Mengarahkan perhatian diri kepada sesuatu yang jauh lebih besar, agung dan perkasa yang pasti membetot perhatian lebih lama, yaitu segala bukti tentang KEAGUNGAN,KEBESARAN dan KEMUTLAKAN KEKUASAAN PENCIPTA KEHIDUPAN,ALLAH. SWT disegenap ufuk alam kehidupan serta pada semua peristiwa yang dialami hamba hamba NYA dalam kehidupan mereka

3.Mengokohkan ikatan perasaan, pikiran,hati dan jiwa dengan PENCIPTA KEHIDUPAN secara lebih intensif melalui ruku’ dan sujud kepada NYA serta dengan lebih banyak lagi menyebut nama dan ayat ayat NYA

4.Meleburkan diri pada suasana dan aktifitas yang bisa membuat pikiran,perasaan, hati dan jiwa kita terus menerus merasakan suasana aktif, riang, memberdayakan dan menumbuhkan rasa percaya diri

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *