Mengelola Rasa Takut secara Produktif

Aug 27

Man Worry

“Kita memang tidak dapat mengendalikan segala peristiwa apapun dalam hidup ini.Tetapi kita tetap bisa sepenuhnya mengendalikan
keyakinan, pola pikir, sikap dan tindakan tindakan hidup pilihan kita ”

Penghambat kemajuan kedua adalah: kegelisahan dan duka jiwa karena khawatir dan takut terhadap sesuatu yang akan terjadi.

Penyebab kegelisahan dan duka jiwa seperti itu adalah: kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang belum terjadi sehingga membuntukan pikiran, perasaan, hati dan jiwa kita secara kesluruhan untuk mengambil inisiatif tindakan.

Ada beberapa penyebab munculnya kekhawatiran seperti itu:

1.Tdak memiliki pengalaman masa lalu yang bagus
2.Tidak percaya pada kemampuan diri
3.Tidak mengetahui besarnya tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi
4.Menganggap bahkan meyakini situasi yang dihadapi sudah tidak bisa diubah lagi

Secara personal saya mengalami keadaan ini ketika awal pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya tahun 1987 untuk kuliah di Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Negri Surabaya.

Belum berpengalaman tinggal dikota besar seperti Surabaya dan tidak punya kerabat keluarga di kota pahlawan ini membuat saya benar benar kehilangan inisiatif harus melakukan apa agar bisa berhasil hidup di kota ini

Saya merasakan dampaknya
1.Untuk beberapa pekan saya kehilangan ketenangan dan kendali diri karena terlalu dikacaukan oleh kekhawatiran dan ketakutan apakah saya akan berhasil di Surabaya.

2.Saya mengalami kebuntuan mental karena kekhawatiran dan ketakutan itu juga telah memadamkan api iniasiatif dalam diri saya

3.Saya tidak bisa mengalami kemajuan dalam berpikir karena dihadang oleh kekhawatiran dan ketakutan itu

Seiring dengan berjalannya waktu saya terus berusaha agar dibimbing NYA untuk bisa mengatasi situasi sulit itu.Dan alhamdulillah dengan hal hal berikut keadaan sulit itu bisa teratasi secara bertahap:

1.Saya berusaha menenangkan diri dan mencoba semakin bisa mengendalikan serta meyakinkan diri saya bahwa tidaklah perlu saya khawatir dan takut secara berlebihan, karena sesuatu yang dikhawatiri dan ditakuti sesungguhnya belum tentu terjadi

2.Secara bertahap saya berusaha banyak mempelajari perjalan hidup orang orang yang telah sukses mengatasi rasa khawatir dan rasa takut berlebihan dalam karir kehidupan mereka.

3.Semampu yang bisa saya lakukan, saya berusaha memperkuat bobot pikiran, perasaan hati dan jiwa saya dengan ibadah agar semakin dekat kepada NYA

4.Secara reguler saya semakin membiasakan menyiapkan diri dengan berbagai ilmu, pengetahuan dan keahlian untuk setiap pekerjaan dan tugas tugas yang akan dan harus saya tuntaskan.

3 komentar

  1. Whesty /

    Terimakasih pak….hampir semua penyebab ketakutan itu saya miliki. Inspirasi dari bapak membuat saya yakin bahwa talenta dan kemapuan yang telah diberikanNya kepada saya, haruslah menjadi tools bagi saya untuk optimis melangkah kedepan.

    Bismillah….. Life is too short to be unhappy

    Suatu saat saya akan menulis, MENGAPA BUNDA TAKUT RESIGN….untuk para ibu bekerja. Karena ternyata berbagi itu indah 🙂

  2. siiip pak arqom samgat menarik

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *