Mengelola dan Mendayagunakan Badai Kritik

Dec 24

2012 12 24 +12574502065ReTRbv

Amat kita sadari bahwa tidak mungkin kita bisa meraih keberhasilan hidup dibidang apapun tanpa bantuan orang lain. Dan bantuan orang lain salah satunya bisa berwujud kritik kepada kita.

Kita bisa menjadikan kritik sebagai media pendongkrak keberhasilan hidup kita asal kita bisa mempersiapkan kelapangan dada untuk menerimanya serta mengembangkan telaah positif atas berbagai kritik itu sebagaimana berikut:

1. Apa yang menggangu kita ketika kita dikritik?
a. Merasa direndahkan?
b. Merasa dikontrol atau dikoreksi secara subtansial
c. Merasa dimusuhi atau diuji kualitas kritik?

Jika kita dikritik oleh pihak pihak karena mereka ingin merendahkan dan menjatuhkan kita, maka kita sangat membutuhkan daya tahan agar gempuran gempuran itu bisa kita tangkis.

Namun jika kritik itu diarahkan untuk menguji kualitas kita, memang kita harus punya kesiapan menghadapinya dengan penuh kematangan dan kecerdasan.

Dan jika kritik itu kita rasa sebagai koreksi substansial atas apa yang kita lakukan, maka kita sangat membutuhkan kebesaran jiwa dan kelapangan dada untuk menerimanya.

2. Siapa yang mengkritik kita?
a. Orang yang lebih berhasil dari kita?
b. Orang yang sama berhasilnya dengan kita?
c. Orang yang keberhasilkannya dibawah kita?

Jika yang mengkritik kita sama berhasilnya bahkan jauh lebih berhasil dari kita, maka sangat disayangkan kalau kita mengabaikan kritik yang pasti memiliki banyak nilai tambah bagi kemajuan kita.

Adapun jika yang mengkritik kita berasal adalah orang yang keberhasilannya dibawah kita, maka kita butuh kesediaan menerimanya dengan penghargaan atas seberapapun kualitasnya.
.
3. Dimana kritik itu disampaikan kepada kita?
a. Apakah disampaikan secara personal?
b. Apakah disampaikan dihadapan banyak orang?

Ada perbedaan daya tahan diri yang diperlukan, saat kita menerima kritik yang disampaikan langsung tanpa kehadiran orang lain dengan kritik yang disampaikan ke kita dihadapan orang lain.

4. Apakah kritik itu valid?

a. Apakah isi kritiknya benar benar sesuai dengan kebutuhan kita untuk memperbaiki diri?
b. Apakah isi kritiknya memungkinkan kita menemukan sesuatu yang kita nilai layak untuk dipraktekkan agar lebih maju

Kita semua sangat menyadari bahwa yang kita lakukan tidaklah bisa langsung sempurna. Maka kritik yang kita terima sangat memungkinkan kita mendapatkan masukan yang bisa kita jadikan sarana penyempurna hasil pekerjaan yang kita lakukan. Itu dengan catatan: kita bisa memastikan bahwa kritik yang terima benar benar valid.

5. Jika kritik yang sampai kepada kita ternyata secara esensial memang benar sesuai yang kita butuhkan, apakah kita menindaklanjutinya?

a. Apakah kita menindaklanjuti kritik itu dengan cara bersegera melakukan perubahan perubahan fundamental pada semua aspek kepribadian kita.

b. Apakah kita menindaklanjuti kritik itu dengan cara melakuan pengukuran atas kemajuan perubahan perubahan yang kita lakukan?

Tindak lanjut inilah yang pada akhirnya bisa mengantarkan kita pada proses perbaikan dan penyempurnaan terus menerus hingga kita mampu meraih mimpi besar dari yang kita lakukan.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *