Mengapa aku selalu menasehatimu dengan ibadah?

Nov 29

1257276763fx9X2Eu

Istriku, engkau pasti akan terus ingat akan nasehat nasehatku kepadamu.

Dari semua yang pernah kusampaikan kepadamu, aku selalu menasehatimu dengan ibadah.

Mengapa itu harus selalu kuingatkan kepadamu?
Sebab ibadah itu yang akan menghubungkan ruhaniku dan ruhanimu, perasaan ku dan perasaanmu, pikiranku dan pikiranmu, hatiku dan hatimu, bahkan diriku dan dirimu secara keseluruhan dengan PENCIPTA KEHIDUPAN YANG MAHA TUNGGAL yang menggenggam hidupku dan hidupmu.

Dengam cara itu aku berharap engkau semakin diberi kebesaran jiwa oleh NYA untuk menerima segenap kelemahan dan kekuranganku.
Dan aku menjadi suami yang semakin disabarkan oleh NYA untuk mendampingimu.

Anakku, engkau pasti masih ingat betapa seringnya aku berkirim SMS kepadamu, saat kini engkau merantau menuntut ilmu demi mimpi kemulyaan hidup yang ingin engkau minta dari TUHAN mu.
Dari seluruh pesan pesanku kepadamu, aku paling sering mengingatkanmu untuk ruku’ dan sujud tepat waktu kepada TUHAN mu serta banyak membaca kitab sucimu.

Aku melakukan itu semua, karena aku berharap kepadamu, engkau bisa selalu mendapat penjagaan dan perlindungan NYA.
Dan aku memiliki asa kepadamu, engkau tumbuh sebagai putriku yang kokoh dan kuat kepribadianmu degan ibadah yang selalu engkau jaga sepanjang waktu.

Sahabat sahabatku, engkau juga pasti tidak akan lupa, mengapa aku selalu tidak bosan bosanya mengingatkanmu dengan ibadah.
Sebab aku berharap kepadamu, agar engkau selalu dijaga oleh TUHAN mu, TUHAN ku dan TUHAN SEMESTA KEHIDUPAN.
Sebab aku juga menyadari, tidak ada pemberian yang paling berharga yang dapat kuberikan kepadamu, kecuali sepotong nasehat itu, yang selalu menyegarkan dan mengarahkan ingatanmu pada ibadah

Istriku, anaku dan sahabat sahabatku semua, sudah hampir setahun aku telah menuliskan kalimat kalimat ini yang mengungkapkan apa yang kusimpan di dadaku tentang manisnya ibadah dan kekuatan pengaruhnya terhadap anugrah hidup yang kujalani:

“Kekuatan utama hidupku tidaklah bertumpu pada kodrat kekuatan dan keindahkan tubuhku. Akan tetapi terutama bersumber dari kekuatan, kekokohan dan keagungan jiwa ruhaniku.”

“Dengan segenap kemampuanku aku terus berusaha merawat jiwa ruhaniku agar aku selalu menemukan diriku dalam keadaan selalu yakin dan optimis dalam hidup ini, senang dan cinta berbuat kebaikan secara tulus, senantiasa kuat dan bergairah dalam berbuat serta berkarya, kokoh dan tegar dalam menghadapi badai dahsyat kehidupan, selalu bisa bersikap dan berprilaku mulya seperti kehendak Nya.”

“MAKA KUPERLAKUKAN JIWA KU BAGAI SEBUAH TAMAN BUNGA YANG SENANTIASA MENEBARKAN WEWANGIAN BAGI PEMILIK DAN PENGUNJUNGNYA. LALU KU RAJINKAN DIRIKU MENYIRAMINYA DENGAN KESEGARAN AIR IBADAH AGAR SIFAT SIFAT UNGGUL DAN MULIA SENANTIASA TUMBUHH DAN MEKAR DARI JIWAKU.”

“Ya ROBBII, bimbinglah diriku agar aku senantiasa, tulus, sabar dan istiqomah diatas ini semua, bersama kerabat, teman dan sahabat sahabatku tercinta”

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *