Mendayagunakan Gelombang Perubahan

Jul 12

“Kita bisa memilih menjadi orang-orang yang mampu menciptakan arus perubahan, daripada menjadi korban dari gelombang perubahan yang diciptakan orang lain “

Sekarang kita sedang hidup dalam dunia yang kecepatan perubahannya begitu menakjubkan dan seringkali membingungkan siapapun untuk menentukan apa yang harus dilakukan .

Tetapi tiga hal berikut ini, saya yakini bisa menjadi pilihan minimal kita untuk kita lakukan bersama:

1.Menyadarkan akan adanya perubahan.

Saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa memperoleh majalah majalah seperti TEMPO (Majalah Umum), GATRA (Majalah Umum), SWA (Majalah Bisnis), MARKETING (Majalah Pemasaran), LUAR BIASA (Majalah Motivasi) setiap kali majalah-majalah itu terbit agar saya bisa mengikuti apa yang sedang terjadi dan berkembang.

Selain browsing internet untuk mendapatkan informasi terbaru, saya juga memilih berlangganan YES TV (milik PT Telkom) untuk bisa merekam acara-acara yang punya nilai pendidikan semisal acara acara dari National Geographic Channel dan Discovery Channel serta sejumlah acara dari TV nasional kita.

Secara khusus saya juga berusaha secara teratur pergi ke toko-toko buku seperti GRAMEDIA, TOGA MAS, untuk mengetahui perkembangan buku-buku baru yang ditulis oleh sejumlah ahli terkemuka dari berbagai latar belakang lintas disiplin ilmu.

Biasanya aktifitas-aktifitas itu memberi saya cukup pengetahuan dan pemahaman tentang perubahan perubahan yang sedang terjadi dalam dunia yang semakin penuh dengan dinamika ini.

2.Mempersiapkan diri agar tetap eksis bahkan bisa mendayagunakan perubahan.

Sepanjang saya mengikuti perkembangan perubahan seperti yang saya sebutkan diatas, saya bisa mengetahui tentang apa saja yang dilakukan oleh banyak orang di berbagai tempat di muka bumi ini untuk bisa terus bertahan hidup bahkan mendayagunakan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemakmuran dan kebahagiaan hidup mereka.

Sebagai orang yang beragama dan terbiasa hidup dilingkungan tradisi keagaaman yang kuat semenjak saya masih SD hingga sekarang, saya semakin menemukan fakta bahwa manusia semakin mendekat kepada agama baik disadari atau tidak. Lihat misalnya istilah istilah berikut: SPIRITUAL QUOTIENT  dalam dunia pendidikan, BRANDING WITH CHARACTER, SELLING WITH CHARACTER, dan SERVICE WITH CHARACTER dalam dunia pemasaran, serta PARTIKEL TUHAN dalam dunia Kimia Fisika.

Semuanya sudah lebih dari sekedar peristilahan yang semakin menegaskan pengaruh kental AGAMA, karena itu semua sudah ditemukan bentuk-bentuk konkrit pelaksanaannya.

Maka saya semakin penuh percaya diri mengajak saya dan semua orang yang saya temui untuk terus mengembangkan diri secara holistik dengan semua ajaran Nya agar bisa bertahan di tengah hantaman badai perubahan INI bahkan memimpikan berhasil memanfaat momentum perubahan itu untuk mengukir prestasi hidup.

3.Memperluas jangkauan pengaruh budaya dan tradisi hidup kita.

Tidak ada yang netral dalam kehidupan ini. Semua lalu lintas perubahan yang kita saksikan selalu membuka mata kita bahwa ada nilai-nilai hidup yang ditularkan, ada usaha-usaha yang secara sungguh-sungguh dijalankan untuk menyebarkan dan mengokohkan gaya hidup, sikap, cara berpikir dan keyakinan tertentu agar menjadi milik dan dipraktekkan bersama secara global.

Maka tentu inilah juga yang harus menantang kita agar mau bersungguh-sungguh memperluas JANGKAUAN PENGARUH tradisi dan budaya hidup kita, yang bertumpu kepada nilai-nilai yang diajarkan Nya dalam kita suci Nya.

Tentu saja tugas pertama kita adalah MEWUJUDKANNYA dalam REALITA KEHIDUPAN KITA sendiri secara BERKUALITAS, baru semua orang dari latar belakang kehidupan manapun mau menirunya dalam kehidupan mereka.

Ini adalah PEKERJAAN BESAR kita yang menyediakan LAHAN KOMPETISI AMAL menuju SURGANYA.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *