Mencintai dengan Sempurna

Apr 27

2013 04 27 +576090 37490e9572f51d2e713be8892eb650d2 large

Jika aku mengatkan kepadamu: “Aku dan dirimu bukanlah manusia sempurna. Tetapi aku dan dirimu bisa mencintai kekasih suci kita secara sempurna.”

Engkau pasti akan memprotes diriku. Engkau pasti berkata: “Bagaimana mungkin, engkau sebut kita sebagai manusia tidak sempurna tetapi engkau katakan kita bisa mencintai dengan sempurna?”

Saya ingin mengatakan kepadamu alasan alasannya sekarang. Engkau pasti memerlukan sesuatu dari yang harus kau cintai itu, yang menarik kekaguman dan ketakjubanmu.
Engkau pasti membutuhkan daya tarik raga dan jiwa sebagai alasan untuk mencintai

Cara mencintai seperti itu memang pembawaan alami yang melekat pada dirimu.
Tetapi jika engkau mencitai dengan cinta yang muncul dari pikiran, perasaan, dan hatimu sendiri pasti cintamu tidak sempurna.
Cintamu akan terbatas.
Cintamu akan sementara.
Sebab sumber penyebab tumbuhnya cintamu tidak sempurna, terbatas dan sementara.

Tetapi jika engkau mencintai dengan ruh cinta yang diletakkan dan dirasukkan PENCIPTA mu kedalam pikiran, perasaan, hati dan jiwamu, maka engkau selalu bisa mencintai dengan sempurna.

Engkau akan bisa mencintai tanpa harus terlebih dahulu menerima cinta dari kekasihmu.
Engkau akan sanggup menyayangi tanpa menunggu curahan kasih sayang kekasihmu.
Engkau akan mampu berkorban untuk kekasihmu tanpa harus ada pengorbanannya untukmu.
Engkau akan sanggup melindungi terlebih dahulu.
Engkau akan senantiasa bisa melimpahruahkan kebaikanmu kepadanya tanpa perlu menunggu kebaikannya.

Engkau bisa melakukan itu semua kepada kekasihmu, karena engkau sanggup menerimanya sebagai KEMBANG DI TAMAN JIWAMU, yang diamanahkan TUHAN kepadamu untuk engkau jaga dengan penuh cinta didalam hidupmu.

Cinta seperti itu adalah cinta yang sempurna.
Cinta seperti itu bisa menyumber dari dalam dirimu jika engkau selalu membawa dirimu tenggelam dalam samudra pengabdian dan kesetiaan kepada PENCIPTA SEMESTA ini dengan dorongan rasa terimakasihmu kepada NYA, serta karena rindu dan cintamu kepada NYA.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *