Mari Saya Ajak Melihat dari Dekat Barisan Pejuang yang Menggetarkan Itu. . !

May 31

2014-06-02 constantinope_seige_edirne_kusatma_

Teman-teman mari kita lihar dari dekat kualitas
manusia manusia gemblengan Sultan Muhammad Al Fatih
sebagaimana dipotret oleh beberapa orang pada waktu itu:

“. . mereka sangat rajin, terbiasa bangun lebih awal
dan hidup sederhana. . . mereka biasa tidur dimanapun,
biasanya hanya di tanah. . . kuda mereka prima, hanya
memerlukan sedikit pakan, larinya kencang dan
ketahanannya lama. . . . ketaatan pada pemimpinnya tidak
terbatas. . ketika perintah sudah diberikan mereka patuh
berbaris rapi dalam keheningan. . . 10. 000 tentara Turki dalam
kejadian yang sama dapat membuat kegaduhan yang
yang lebih kecil dibanding 100 tentara lawannya. . .”

Itu potret yang dibuat oleh BENTRANDON DE LA BROQUIERE
pengembara Prancis yang bertemu pasukan itu pada 1430 an.

“. . Pasukan Utsmani laksana kekuatan yang jauh melebihi pasukan
manapun. Bila pasukan lain mengejarnya mereka bisa mundur
dengan cepat; tetapi bila mereka mengejar pasukan musuh maka
pasukan yang dikejar itu tidak akan selamat. . .”

Demikian itu pengakuan langsung seorang pasukan YENISERI,
salah satu unit pasukan Turki Ustmani bentukan Muhammad Al Fatih.

Sementara itu seorang RENE DE LUSINGE seorang penulis sejarah abad 16 menyebut beberapa faktor yang menyebabkan pasukan Turki Ustmani meraih banyak kemenangan:

“. . . dedikasi mereka pada perjuangan, inisiatif untuk melakukan penguasaan
teritorial, ketertarikan mereka yang rendah dalam pertahanan permanen
(berlindung di dalam banteng), tentara yang sangat terlatih, disiplin yang
tinggi, penggunaan stategi mengelabui lawan yang sebaik mereka lakukan
pada perang terbuka, pemimpin pertempuran yang baik dan tidak menghabiskan waktunya pada hiburan hiburan yanf melalalikan. . . .”

Bahkan sejarah mencatat para Ulama pun senantiasa mendampingi dan menyemangati
mereka untuk banyak melakukan ibadah sunnah (setelah ibadah wajib secara disiplin
mereka tunaikan) seperti shalat malam, berpuasa dan membaca Al Quran.

Yang mengagumkan bahkan setengah pasukan khusus Turki Ustmani ini selalu
melaksanakan sholat tahajjud di malam harunya.

Saya sekarang mengerti mengapa barisan pejuang pembela tersebarnya
kebenaran agama ini meraih kemenangan yang mengagumkan
di berbagai medan sehingga cahaya agama ini menembus daratan Eropa
serta mampu melindungi kemulyaannya.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *