Langkah Utama Membangun Kebesaran Hidupmu

May 20

2013 05 20 +566759 3b4e307bff5fc6cadec7de78bc3235df large

(Sambungan Tulisan Dua Hari Lalu)

Setelah dua kali pertemuan di masjid itu yang begitu berarti karena ia mendapat nasehat yang sangat berharga bagi dirinya, laki laki itu meminta ijin agar bisa menemui orang sang pemberi nasehat itu dirumahnya.

Tidak sulit menemui rumah orang sang pemberi nasehat itu.

“Silahkan masuk anak muda. Hari Ahad begini saya lebih banyak menghabiskan waktu saya dirumah bersama keluarga. Dan saya puas puaskan untuk banyak membaca”

“Pak boleh saya melanjutkan bertanya? Sebab setelah saya bertemu bapak tempo hari selama dua hari berturut-turut di masjid dekat kantor saya, saya masih ingin meminta nasehat bapak untuk kemajuan hidup saya”

“Dengan senang hati saya akan menjawab”

“Pak setelah nasehat bapak sebelumnya kepada saya. Apa yang harus saya lakukan untuk memulai menangani keyakinan, cara berpikir, sikap, prilaku dan budaya hidup saya agar semua itu bisa berubah menjadi lebih baik”

“Baiklah kalau begitu. Anak muda, media atau sarana utama bagimu agar keyakinan, cara berpikir, sikap, prilaku dan budaya hidupmu bisa kamu bentuk menjadi kokoh dan lebih berkualitas adalah ibadahmu”

“Pak bisa dijelaskan lebih rinci?”

“Ibadah itu terutama ruku’ sujudmu, akan membimbing pikiran, perasaan dan hatimu mengenal dan merasakan kedekatan dengan PENCIPTA KEHIDUPAN ini. Dan engkau akan mendapatkan curahan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, kelezatan, kenikmatan bathin, kemantapan diri, kekokohan keyakinan dan optimisme hidup serta beberapa suasana jiwa lainnya yang akan sangat berguna bagimu”

Laki laki yang selalu dipanggil anak muda oleh orang itu terdiam sejenak sambil menundukkan wajahnya. Tiba tiba dia tersadar. Bukankah itu semua yang selama ini ia butuhkan. Ya ditengah tengah setumpuk masalah besar yang harus dia selesaikan bukankah ia sangat membutuhkan ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, kelezatan, kenikmatan bathin, kemantapan diri, kekokohan keyakinan dan optimisme hidup serta beberapa suasana jiwa lainnya yang akan sangat berguna”baginya.

“Ada apa anak muda mengapa terdiam dan merunduk?”

“Ah tidak ada apa apa pak. Silahkan diteruskan”.

“Anak muda, kita lanjutkan nanti saja. Kita sarapan dulu saja. Itu sudah disiapkan oleh istri saya”.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *