Laki Laki yang Mintaku Membaca Surat Yasin di Hadapannya

Jan 27

2013 01 27 + scenery 1230303199VZ64mxI

Pertemuan terakhirku dengannya begitu manis.
Dia memintaku membuka dan membaca Surat Yasin dihadapannya.
Itupun terjadi setelah aku berkeluarga.
Aku begitu tersanjung, sebab pertemuan itu terjadi dalam mimpiku.
Setelah lebih dari 30 tahun akhir kehidupannya.
Dan laki laki itu adalah GURU NGAJIKU di MADRASAH DESAKU, NURUL JADID namanya.

Dia guru ngajiku yang pertama.
Ya dialah laki laki pertama yang mengajariku bisa menulis dan membaca ayat ayat Kitab Suci.
Dia pula yang mengajariku bahwa dalam agama ini ada Rukun Islam dan Rukun Iman.

Jika dibandingkan dengan banyak orang berilmu lainnya, ilmunya mungkin tidak seberapa.
Tetapi SAMUDRA KETULUSAN dan TANGGUNG DI DALAM DADANYA untuk mendidikku dan teman teman ngajiku kala itu, yang tidak terbandingkan.

Jangan engkau tanya pula dimana ia menimba ilmunya sebagai bekal baginya menjadi guru ngaji didesaku, sebab dia hanya sempat nyantri di sebuah pondok pesantren yang tidak terkenal di negri ini.
Tetapi LUASNYA LAUTAN SEMANGATNYA jauh melampaui keterbatasan bekal yang dimiliknya.

Jangan engkau bayangkan dia adalah seorang orator ulung dan komunikator hebat dalam mengajari kami murid murid ngajinya.
Tidak, dia tidak terlalu istimewa dalam soal itu.
Dia mengajarkan kebenaran agama kepada kami dengan cara MENELADANKANNYA, sebab itu adalah cara terbaik bagiku.

Jangan juga engkau bayangkan dia adalah seorang tokoh agama yang selalu menularkan spirit kesetiaan, perjuangan dan pengorbanan bagi kehormatan agama ini.
Dia hanyalah SEORANG LAKI LAKI KURUS YANG MIMPI BESAR HIDUPNYA adalah PULANG MENGHADAP TUHANNYA dengan HUSNUL KHOTIMAH lewat kesetiaan dan ketulusannya menjadi GURU NGAJI di madrasah desaku.

Dia yang pertama, mengajariku, mengerti dan menyebut nama PENCIPTA KEHIDUPAN ini.
Dia yang selalu keras mendidikku dan teman temanku untuk selalu rajin ruku’ dan sujud di masjid yang tidak jauh dari madrasahku.
Dia yang selalu membekaliku agar bersungguh sungguh berbakti kepada PENCIPTA ku dan memulyakan kedua orang tuaku.

Guru. . .
Maafkan keterbatasanku menuliskan kembali jejak sejarah juangmu.
Aku ingin mewarisi samudra ketulusanmu
Aku ingin meneruskan semesta tanggungjawabmu.
Aku ingin kembali kelak bisa membaca Surat Yasin dihadapanmu
Didalam surga ALLAH yang selalu engkau ajarkan kepadaku.

Salam bakti dari salah satu muridmu. . .
Akhmad Arqom

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *