Laki Laki Tegar Berijazah SMP

Jan 16

2013 01 16 +537388 5ac4795ca50c9c2e84d20eeb1350877b large

Karena terlalu lelah, kemarin, sehabis memberikan materi tentang Pengaruh Karakter pada Karir Profesioanl dalam acara Character Building Training yang diadakan oleh Bagian HRD Operator Selluler 3 untuk para Outliter (Sales) nya, saya duduk dan tertidur pulas selama 1 jam diatas shofa ruang tunggu lokasi acara itu.

Begitu bangun saya membereskan penyelesaian pengiriman dokumen pasca training ke PT Nestle, Kejayan Pasuruan via email, yang training berlangsung hari Sabtu 12 Januari 2013.

Nah setelah itu saya menyempatkan ngobrol dengan Pak X (sengaja saya rahasiakan namanya) petugas dan penyedia kebutuhan makan minum di lokasi training tersebut.

Harus saya akui walaupun pendidikan beliau SMP seperti diceritakannya sendiri, tetapi beliau benar benar menjadi GURU KEHIDUPAN dalam KETEGARAN dan DAYA TAHAN bagi saya lewat pengalaman hidupnya yang beliau bagikan pada saya selama 1 jam siang itu

Terhitung 1 Februari 2013 nanti beliau akan resmi pensiun. Akan tetapi beliau masih harus menghidupi 2 orang anak laki lakinya yang masih usia TK dan SD serta satu orang anak angkatnya.

Tentu gajinya tidak seberapa besar, jika mendengar penuturannya bahwa beliau diterima bekerja di penginapan tempat training itu dengan ijazah SMP nya.

Semakin jauh saya menyimak secara seksama cerita pengalaman hidupnya saya berkesimpulan bahwa ternyata beliau adalah LAKI LAKI TEGAR dan KUAT yang sempat GOYAH PERTAHANAN BATINNYA sesaat walaupun kemudian kembali menemukan KESEIMBANGAN PIKIRAN, PERASAAN dan JIWANYA.

Setelah selama 23 tahun berkeluarga dan hanya selama 4 tahun mau diajak tinggal menemaninya bekerja di Surabaya, sang istri lebih memilih tinggal terpisah jauh di desa sang suami. Beliau tidak bisa memaksanya. Tetapi selama itu beliau tetap mengirimkan nafkah untuk istri tercintanya itu.

Dan. . . . . 10 bulan yang lalu istrinya meninggalkannya karena berselingkuh dengan laki laki lain. Mengabaikan dua orang anak laki lakinya yang masih kecil kecil yang semestinya mendapatkan curahan kasih sayang dari seorang ibu pada masa masa pertumbuhan emas kehidupannya.

“Mas Akhmad saya yang akhirnya menjadi bapak dan sekaligus ibu bagi anak anak saya itu”, sambil beliau menunjuk pada 2 anak laki laki yang lucu lucu yang setiap siang sepulang sekolah selalu bermain dan belajar menemaninya di kantornya.

“Sesaat setelah istri saya minggat, meninggalkan saya bersama laki laki selingkuhannya itu, saya mengalami stroke Mas Akhmad, saya mengalami gangguan berbicara, dan jika ngomong saya terdengar pelo dan tidak normal. Tetapi sekarang sudah semakin membaik. Alhamdulillah. Saya banyak sujud pada YANG MAHA KUASA. Saya berusaha memberi pengertian pada anak anak saya ketika diawal awal ibunya meninggalkannya tanpa tanggung jawab. Saya didik anak anak saya agar tumbuh mandiri. Selepas sekolah saya minta mereka berdua mengaji di sore hari Mas Akhmad. Saya ajari mereka untuk jadi anak anak yang suka memberi bukan meminta minta. . .”

Merasakan beratnya derita batinnya dan anak anaknya dia kini menutup rapat rapat pikiran, perasaan dan hatinya untuk istrinya yang telah tega mengkhianati dan meninggalkannya itu.

Ya ALLAH terimakasih atas cermin hidup yang ENGKAU kirimkan kepada hamba Ya ROBBII. Semoga hamba dapat belajar darinya. a

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *