Laki Laki Itu Gugur dengan Tetap Memikirkan Masjid Kami

May 20

2014-05-22 masjid perumahan

Saya tidak bisa membatalkan keberangkatan saya
ke Jember untuk mengisi acara Pengajian Pagi IKADI Jember.
Saat saya baru menempuh jarak 30 kilometer dari rumah
berita meninggalnya sampai melalui handphone istri saya.
Itu terjadi pada Sabtu malam Minggu
bertepatan dengan tanggal 17 Mei 2014.
Itu hari kepergiannya menghadap Sang Pencipta Ilaahi Rabbi untuk selamanya.

Teman teman pun disini hanya sedikit yang mengetahuinya.
Atau bahkan tidak ada yang kenal dengan laki laki ini.

Laki laki ini selalu setia berjamaah sholat
terutama di waktu shubuh di masjid perumahan kami.
Usianya yang 78 tahun tidak menghalanginya untuk itu.

Saya yang menjadi imam rawatib
selalu ditemaninya melangkah ke masjid
karena memang saya selalu melewati rumahnya terlebih dahulu
sebelum sampai ke masjid.

Tadi pagi sebelum sholat shubuh dimulai
ketua takmir masji kami berbisik sesuatu pada saya.

Saat jenezah laki laki ini disholatkan di masjid kami
ada 3 gelombang para pelayatnya yang mensholatkannya.
Itupun setelah di rumahnya di sholatkan oleh keluarganya sendiri
sebagai penghormatan terakhir bagi baginya.

Dan anak terakhirnya
yang biasa kami panggil dengan Bu Joko
datang ke takmir masjid perumahan kami
menyampaikan pesan bahwa sang ayah, LELAKI ITU,
mengatakan:

“KELAK KALAU SAYA MENINGGAL TOLONG PERHATIKAN MASJID DI PERUMAHAN INI, DAN SAMPAIKAN INFAQ SHODAQAH SAYA DARI HARTA SAYA. . .”

Ya laki laki itu hingga ALLAH SWT memanggilnya
masih juga memikirkan masjid kami.

Dan sepulang dari sholat shubuh tadi
ketua takmir masjid kami membisi kami. . .

“USTAD DALAM DAFTAR AMANAH YANG HARUS DITUNAIKAN
OLEH ANAK ANAKNYA UNTUK MEBAGIKAN HARTANYA JIKA BELIAU MENINGGAL TERNYATA MASJID KITA ADA DALAM URUT NO PERTAMA,
LALU NO BERIKUTNYA DISUSUL DENGAN YAYASAN YAYASAN PANTI ASUHAN ANAK YATIM. . . .”

Laki laki itu yang selalu setia mendampingi saya
melangkah ke masjid untuk sholat shubuh
telah pergi selamanya.

Laki laki itu masih terus memikirkan masjid kami
hingga di detik kematiannya yang husnul khotimah.

Aroma wewangian kebaikan surgawi
diwariskannya untuk kami semua.

Laki laki itu adalah MOEHADI
Kami semua biasa memanggilnya dengan PAK HADI

Selamat jalan PAK HADI
Semoga kami semua bisa meneruskan
jejak langkah kebaikan PAK HADI.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *