Laki Laki Berjiwa Samudra

Jul 22

2013 07 22 +121013 e9vubu8YNThsrQUvMF

Aku mengenalnya saat ia mengamen di depan rumah sahabatku.
Begitu selesai menyanyikan lagu yang dibawakannya ia tidak segera berlalu
Ia masih dengan penuh penghargaan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada sahabatku yang telah berkenan memberinya selembar uang kertas 2000 an.
Tetapi ia masih belum beranjak pergi.
Sebab ia masih memperkenalkan diri.
“Pak saya bisa memijat juga, kalau ada yang membutuhkannya monggo saya dihubungi”

Dua jam berlalu.
Aku masih di rumah sahabatku itu.
Tubuhku rasanya sangat lelah sekali.
Aku meminta sahabatku itu untuk menghubungi pengamen yang juga bisa memijat itu.
Ternyata dia bisa.

Selepas dhuhur saya akhirnya bisa dipijat laki laki itu.
Dari caranya memijat saya berkesimpulan dia memang ahli.
Juga sudah lama menjalankan profesi itu

Rupanya sehari hari dia bekerja dengan dua profesi sekaligus
Pagi hari hingga masuk waktu dhuhur dia mengamen dari rumah ke rumah terutama di komplek perumahan sahabatku.
Lalu sejak siang hari hingga malam dia mencari tambahan rezeki NYA dengan bekerja sebagai TUKAN PIJAT KELILING.

Engkau mungkin heran.
Mengapa dia bekerja dengan cara itu.

Sambil terus memijat tubuhku, dia mau membuka masa lalu kehidupannya yang kelabu.

“Saya dahulu tidak begini pak.
Sebelum ini saya seorang petani kopi, coklat dan salak yang berhasil.
Tanah saya luas.
Saya terbiasa pegang uang puluhan juta dari hasil kopi, coklat dan salak itu.
Karyawan saya seluruhnya ada 24 orang
Tetapi istri saya selingkuh dengan laki laki yang dahulu keluarganya pernah saya tolong.
Saat istri laki laki yang juga tetangga saya itu sakit, saya lah yang membawanya ke rumah sakit. Membantu membayar biaya pengobatannya.
Lalu. . . . . . .
Suatu waktu istri saya seperti dipengaruhinya. Istri saya mau. Berselingkuh denganya.
Bahkan tega tega nya semua harta saya mulai rumah, sawah dan lain lainya dijual olehnya dan dibawa larI bersama laki laki itu, dan istri saya dinikahi sirri oleh laki laki itu.
Kyai di pesantren saya memnasehati, membesarkan dan meneguhkan hati saya. Saya tidak dendam pak. Saya tidak hendak membalas sakit hati saya. Semua orang tahu tentang siapa saya ketika masih ada di desa itu sebagai petani. Saya tidak pernah berbuat nista.
Kini saya pindah ke kota ini pak.
Anak saya dari pernikahan dengan istri saya itu, saya pondokkan.
Disini saya sudah menikah lagi dengan seorang wanita yang amat mencintai dan setia kepada saya.
Dan sudah dianugrahi keturunan.
Tiap pagi saya bekerja sebagai pengamen pak.
Dan kalau siang saya mencari tambahan rezeki dari TUHAN YANGVMAHA PENYAYANG dengan menawarkan keahlian saya memijat pak.
Hidup harus saya mulai dari nol lagi pak. . . . .”

Semoga aku dan dirimu bisa belajar tentang arti ketabahan dan keluasan jiwa dari laki laki itu.
Jiwanya seluas samudra.

Ya ALLAH rahmati dan berkahi hidupnya.
Balaslah semua samudra kesabarannya.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *