Kuberitahu Engkau Bagaimana Aku Hampir Diperbudak oleh Handphoneku

May 02

2014-05-03 app-mobiel

Untuk sebuah handphone,
yang selalu kubawa ke manapun,
aku selalu memastikan tiga hal,
pertama: baterei nya selalu terisi,
kedua: pulsanya kupastikan cukup menelpon,
ketiga: koneksi internetnya bisa maksimal.

Dan untuk itu aku selalu membawa,
charger handphone ku,
uang untuk beli pulsa,
dan belakangan ingin punya powerbank,
alat penyimpan daya listrik,
jika sewaktu waktu charger tidak bisa digunakan.

Mungkin juga kebiasaanku ini,
tidak jauh berbeda denganmu.

Tapi belakangan aku menyadari. . .

Jika aku amat perhatian,
membawa charger, uang dan powerbank dan sebagainya,
agar selalu tersambung ke semua keluarga,
kolega kerja, serta semua teman temanku. . . . . .

Mestinya aku lebih serius,
mengurusi KONEKSIKU dengan TUHAN ku.
Dan seharusnya aku lebih khawatir kehabisan dayakekuatan ku,
karena sudah pasti aku tidak bisa TERSAMBUNG dengan TUHAN ku.
Sementara untuk sekedar terhubung dengan semua orang,
aku mati-matian mencolokkan charger ku ke sumber listrik

Mestinya aku lebih perhatian,
membeli apapun yang kubutuhkan dengan uangku,
agar senantiasa TERHUBUNG dengan TUHAN ku.
Dan selayaknya ini jauh lebih kuperhatikan,
kalau untuk menelpon saja,
aku selalu royal mengeluarkan,
demi mendapatkan pulsa handphone ku.

Mestinya aku jauh lebih serius,
mengupayakan berbagai cara,
agar DIAMANAPUN aku selalu TERKONEKSI dengan TUHAN ku,
sebagaimana aku selalu mencari KONEKSI INTERNET ku di berbagai tempat,
saat aku ingin mengurus seluruh urusan hidupku.

Kupikir pikir aku ini keterlaluan. . .
Semoga engkau tidak seperti diriku. .

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *