Kontrollah Daya Cipta dan Kinerja Hidupmu

Dec 02

2013 12 02 2013122 night grass

Pada 28 Maret 2013 saya sengaja menulis sebuah renungan.
Renungan itu saya gunakan untuk bisa mempertanyakan diri saya sendiri.
Sekarang tepat di awal bulan Desember menjelang berakhirnya tahun 2013.
Rasanya tepat mempertanyakan diri saya sendiri dengan renungan teraebut.

“. . . . . . . Jika tiba tiba engkau bingung tidak tahu apa yang harus engkau kerjakan, itu berarti daya cipta mu dalam berkarya serta kinerjamu dalam mewujudkannya harus kau tingkatkan kemampuannya.

Jika tiba tiba engkau merasa orang orang disekitarmu mendahuluimu mencapai sejumlah prestasi, itu berarti daya cipta prestasi dan kinerja mereka lebih baik darimu.
Engkau tidak boleh berburuk sangka kepada mereka.
Bahkan engkau lebih bijak berburuk sangka kepada dirimu sendiri.

Jika engkau mengeluhkan betapa semakin beratnya mencari nafkah kehidupan, maka jangan buru buru menyalahkan keadaan yang engkau anggap tidak bersahabat denganmu.
Coba periksa kembali seperti apa dan sebagus apa daya cipta prestasimu dan kinerja hidupmu.

Jika engkau juga merasa bahwa begitu banyaknya kesulitan, hambatan, dan rintangan yang menghadangmu dalam menegakkan kehormatan kebenaran, maka juga jangan terlalu berlebihan menyalahkan bahwa ada orang lain yang membencimu serta memusuhimu yang terus menerus bekerja untuk itu.
Itu memang tidak bisa diingkari.
Tetapi engkau juga lebih butuh untuk terus mengukur seberapa berkualitas daya ciptamu untuk berprestasi serta seberapa bermutu kualitas kinerjamu untuk mewujudkannya.
Sebab dengan cara itu wibawa dan kehormatan kebenaran semakin terangkat ditengah tengah kehidupanmu.

Engkau harus menyadari fakta ini:
Jika yang menjadi penghalang dan penghancur langkah langkah perjuanganmu datang dari luar dirimu, itu sangat mudah bagimu menghadapi dan mengatasinya.
Akan tetapi jika yang menghalangi dan menghancurkan itu muncul dari dalam dirimu, dari kelemahan pikiran, perasaan, hati dan jiwamu, maka engkau tidak akan bisa menghindari jurang keruntuhan hidupmu. . . . . . . . . . . . .”

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *