Keunggulan yang Menghasilkan Keajaiban

Oct 23

1256917085pY4IP2k

”Semua keunggulan karakter dalam diri manusia selalu akan menghasilkan karya yang mulya dan gemilang dalam kehidupannya”

Saya mencari cari kualitas operasional seperti apakah yang harus saya miliki sehingga jika saya benar benar melaksanakan semua kriteria manusia TAQWA, saya benar benar menemukan jalan keluar dan kemudahan dari semua kesulitan persoalan hidup yang saya hadapi, sebagaimana yang dijanjikan NYA dalam berbagai ayat ayat NYA.

Maka sampailah saya pada kesimpulan kedua yaitu tentang kriteria operasioanl sosok yang berTAQWA ini.

Secara operasioanl jika saya ingin menjadi manusia TAQWA yang unggul sebagaimana dimaksud diatas, saya harus memiliki kriteria kriteria unggul sebagai berikut:

1. Keyakinan yang kuat bahwa ALLAH lah TUHAN YANG MAHA ESA yang berkuasa mutlak terhadap segala sesuatu.

Masalah yang saya hadapi, tidak boleh membuat saya merasa bahwa masalah itu tidak bisa diselesaikan, sehingga seolah-olah kemudian saya menganggap masalah itu jauh lebih besar dari kemampuan saya untuk berusaha menyelesaikannya.

Yang lebih parah lagi kalau saya mulai kurang yakin bahwa Allah bisa melakukan apa saja untuk mengeluarkan saya dari masalah saya walaupun menurut kalkulasi hukum sebab akibat sudah tidak mungkin.

2. Terbiasa memandang jauh ke depan dalam menangani semua persoalan sehingga saya menjadi pribadi yang selalu bisa secara dini menyiapkan diri setiap saat.

Kalau saya berkendara dengan mobil saya, maka saya akan sadar fungsi dari lampu jarak jauh mobil saya. Ia akan memberi kejelasan pandangan ke depan kepada saya sampai pada jarak 50 meter. Ini tentu membuat saya bisa melaju dengan mobil saya dengan hati-hati, lurus, dan terarah.

Begitu juga jika saya biasa memandang jauh ke depan dalam seluruh urusan hidup saya. Saya tidak mudah tergoda oleh daya tarik jangka pendek, kejutan, dan sensasi kesenangan sesaat dari syahwat dan hawa nafsu.

Doktrin dari Nabi yang senantiasa saya ingat: ”Orang yang cerdas adalah orang yang sanggup mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.”.

Ya saya harus punya kebiasaan memandang jauh kedepan pada semua persoalan yang saya hadapi. Bahkan hingga kehidupan setelah kehidupan yang bersifat sementara di dunia ini.

3. Membiasakan diri untuk mempunyai obsesi atau cita-cita hidup yang tinggi.

Sebab orang bertaqwa yang dijanjikan untuk mendapatkan jalan keluar oleh Allah adalah orang yang mengharapkan surga dengan cara bersemangat menjadi orang yang bisa mendapat anugrah KESEHATAN, ILMU dan HARTA lalu seluruhnya didayagunakannya di jalan kebaikan yang akan mengantarkannya pada surga dan ridho-Nya.

Saya lalu memeriksa kembali bagaimana realitas kinerja hidup saya. Bersemangatkah saya atau sebaliknya dalam hidup ini? Saya akhirnya menyadari bahwa BERSEMANGAT atau tidaknya saya bekerja dalam hidup ini sesungguhnya merupakan DAMPAK LANGSUNG dari CITA CITA HIDUP SAYA.

InsyaAllah saya sambung lagi besok.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *