Ketenangan Perisai Pertama dan Utama Menghadapi Badai Kesulitan

Feb 08

2013 02 08 +121015 scenery  12393520597QGZQPF

“Sepengalamanmu, kapan kita bisa mengetahui kadar kekuatan kepribadian seseorang?”

“Saya pikir saat seseorang tiba tiba menghadapi hantaman berbagai masalah masalah besar dalam hidupnya, bisa kita ukur kekuatan kebesaran keprbadiiannya?
“Ok saya setuju”

“Apakah ukuran pertama kekuatan dan kebesaran kepribadian seseorang?”

“Kekuatan dan kebesaran kepribadian seseorang menggambarkan kekuatan, kebesaran dan kapasitas ruhani atau jiwa seseorang. Ukuran pertamanya adalah KETENANGANNYA”

“Bisa engkau jelaskan lebih detail?”

“Ketenangan seseorang menggambarkan ketidaktergoncangan dan ketidaktergoyahan diri seseorang oleh hantaman berbagai masalah yang datang silih berganti atau datang secara bersama sama sekaligus. Ini persis seperti kita melemparkan batu pada permukaan air danau. Jika batu itu kita lemparkan pada permukaan air danau yang dangkal, maka permukaan airnya akan menimbulkan riak dan gelombang yang mengaburkan setiap bayangan benda yang ditampilan oleh permukaan air danau itu. Begitu juga jika ruhani atau jiwa manusia itu dangkal maka satu hantaman batu persoalan hidup saja akan sangat menimbulkan riak dan gelombang dipermukaan jiwanya, sehingga dia sulit memahami dengan JERNIH dan JELAS persoalan hidup yang menghantam dirinya itu. Dan setelah itu sulit baginya untuk mengambil tindakan penyelesaian persoalan hidupnya itu dengan tepat”

“Hmmm, tepat sekali engkau menggambarkan KETIDAK TENANGAN dengan permukaan air danau yang dangkal. Bisa dijelaskan kelanjutannya?”

“Sebalikanya jika permukaan air yang kita lempari itu adalah permukaan dari danau yang dalam, maka satu, dua dan bertubi tubi lemparan batu ke permukaan air danau itu akan menimbulkan riak atau gelombang yang berbeda. Riak atau gelombang itu muncul dalam ukuran KECIL, SESAAT dan SEGERA HILANG. Begitu juga jika ruhani atau jiwa manusia itu dalam. Dia akan bisa segera TENANG karena dihantam berbagai badai persoalan, karena hanya menimbulkan GONCANGAN KECIL, SESAAT dan SEGERA HILANG”

“Dengan penjelasannya itu, berarti KETENANGAN diri kita bersumber dari KEDALAMAN JIWA kita?

“Ya benar. Dan JIWA YANG DALAM itu berarti KAPASITASNYA BESAR. Jiwa kita hanya akan membesar jika kita selalu bawa mendekat kepada YANG MAHA BESAR, TUHAN SEMESTA ALAM melalu sarana sarana yang telah dipilihkan NYA untuk kita”(Yogja, 8 Februari 2013)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *