Ketenangan Menghadapi Hadangan

Mar 13

2013 03 13 +15740 b9e1e018d6d8bedb93cf94c05ac01334 large

Sebagaimana kemarin saya ceritakan, dini hari Selasa 12 Maret 2013 saya melintasi jalur Surabaya -Sumenep sambil menulis renungan yang saya posting di FB saya kemarin.

Baru separuh tulisan tersebut saya selesaikan, tiba tiba diperbatasan Bangkalan dengan Sampang pada jarak 200 meter dari mobil yang saya kendarai, sekitar 50 anak anak muda yang memadati jalan raya dengan serta merta meminta kami berhenti. Mereka memblokir jalan raya dan meminta kendaraan apapun yang datang dari dua arah untuk berhenti.

Saya agak kaget. Saya meminta Mas Robi, sopir saya untuk berhenti. Tidak lama kemudian sejumlah kendaraan lain ikut berhenti disamping dan dibelakang mobil yang saya kendarai. Sesaat setelah mobil saya berhenti, saya mencoba menenangkan diri, mencoba menekan rasa takut dan gelisah. Sebab itu modal menghadapi situasi segenting jadi. Saya mencoba untuk tidak berlebihan bersikap terhadap keadaan tersebut.

Setengah menit kemudian saya bisa mengerti dengan jelas sekarang bahwa mereka adalah anak anak muda yang sedang terlibat dalam taruhan kebut kebutan sepeda motor di jalan raya. Dalam keadaan tenang saya kemudian memilih tidak bereaksi frontal terhadap mereka dan tidak memprotes mereka mengapa perjalanan kami diganggu.

Beberapa detik saya dan pengendara lain menunggu, tiba tiba mereka membuka blokir jalan dan mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan. Lalu beberapa diantara mereka mengatakan,”Mohon maaf pak, perjalanannya terganggu, silahkan terus, terus, terus jalan. . . . . .”. Rupanya mereka belum bisa segera memulai adu cepat dakam kebut kebutan itu. Entah mengapa.

Saya dan pengendara yang lain akhirnya dengan lega bisa melanjutkan perjalanan. Tidak adak keributan yang tejadi antara para penngguna jalan raya dan anak anak muda yang memblokir jalan raya itu, karena kami memilih mengalah, dan mereka juga dengan tidak berlebihan, brutal apalagi anarkis memblokir jalan raya.

Pada akhirnya saya memanfaatkan moment itu untuk merenungkan manfaat KETENANGAN dalam situasi seperti itu. Bagi saya KETENANGAN memberi manfaat:
1. Mengontrol diri saya agar berpikir jernih dalam menilai sesuatu
2. Memberi kemudahan mengarahkan diri saya agar bisa bersikap tepat
3. Membantu saya dalam memutuskan tindakan terbaik apa yang harus dilakukan

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *