Kerja Keras, Kekuatan, Daya Tahan dan Kecepatan.

Mar 12

2013 03 11 +14262 c443c18698e1a863ef3cde2ff085dd0c large

Malam terus merayap mendekati pagi. Di sejumlah perkampungan nelayan yang saya lewati saya melihat sejumlah nelayan sudah membawa hasil tangkapannya ke pasar ikan didekat pantai. Ibu ibu penjual ikan satu demi satu menggelar dagangan ikannya. Itu pemandangan disejumlah kampung nelayan di pantai selatan pulau Madura.

Melihat itu semua yang memberi saya gambaran tentang KERJA KERAS ORANG MADURA khususnya nelayannya, saya tiba tiba ingat moment penting yang dialami seorang panglima perang, yang sepenggal peristiwa yang dialaminya seperti saya tuturkan berikut:

“Musuhnya menganggap memenangkan peperangan itu. Sebab sebagai panglima perang dia berhasil didesak dan dipukul mundur bersama sisa sisa pasukannya hingga bertahan di kaki bukit yang menjadi saksi atas kegigihannya.

Akan tetapi ketika musuhnya merasa sudah merasa berada diatas angin karena berhasil memukul mundur pasukannya, dan memilih mengendorkan tekanannya, bahkan memilih mengakhiri perang dan segera mengambil jalur pulang, panglima perang itu secara mengejutkan mengorganisir kembali pasukannya, menyemangatinya, mengangkat kembali moral perang mereka, serta menularkan kepada mereka keberanian, kegigihan, ketegaran dan kesediaan berkorban, kita yang membaca sejarah hidupnya mulai menemukan pada diri panglima perang itu fakta tentang KEKUATAN DAN DAYA TAHAN KERJA KERASNYA dalam MEMPERJUANGKAN KEBENARAN yang dibawanya.

Dan terhitung selama 24 bulan setelah perang yang sengaja diberitakan dan dikabarkan dimenangkan musuhnya itu, panglima perang tersebut melakukan langkah langkah yang lebih fenomenal lagi. Tercatat ada 8 hingga 10 tempat yang diberitahukan kepadanya yang akan memobilisir kekuatan militer untuk melawan dan memyerang basis perjuangannya. Tetapi untuk kesekian kalinya panglima perang itu melakuan serangan mendahului lawan lawannya di 8 hingga 10 tempat itu”.

Hingga bagian itu kita akan belajar dari panglima perang itu tentang KEKUATAN, DAYA TAHAN, KECEPATAN, AGRESIFITAS dalam perjuangan. Panglima perang yang saya ceritakan itu adalah MUHAMMAD RASUL TERAKHIR UTUSAN TUHAN.

Dan moment perang yang saya ceritakan diatas adalah moment setelah Perang Uhud yang begitu kuat bekas pengaruhnya pada pasukan yang ikut berperang kala itu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *