Kemerdekaan di atas Kemerdekaan

Aug 17

2013 08 17 13451800201137010746

Jika kehidupan sudah sejauh ini engkau jalani.
Apakah engkau akan memilih berterimakasih kepada PEMBERI nya?
Apakah engkau juga ingin mencari dan mengenal PENCIPTA nya?
Apakah kemudian engkau berketatapan hati untuk mempercayai PEMILIK dan PENGATUR MUTLAK nya?
Apakah pengabdian hidup dan kesetiaanmu sepenuhnya akan engkau berikan kepada DIA sebagai PEMBERI, PENCIPTA, PEMILIK dan PENGATUR MUTLAK nya?
Aku berharap engkau menjawab IA.

Jika sesadar itu dirimu atas kehidupan ini.
Apakah engkau merasa pantas untuk hidup sekehendakmu tanpa kontrol, tanpa kendali dan tanpa visi?
Apakah engkau menganggap bahwa satu demi satu petunjuk TUHAN mu, yang penuh cahaya, adalah belenggu bagi kebebasanmu?
Apakah engkau merasa bahwa dalam hidup ini semua orang atas nama kebebasan yang diberikan TUHAN, tidak penting lagi diatur dengan bimbingan NYA?
Aku berharap engkau mengatakan TIDAK.

Jika sekarang engkau menikmati kebebasanmu untuk bersyukur, mengenal, mengabdi dan setia kepada TUHAN YANG TELAH MEMBERI HIDUP kepadamu.
Apakah engkau anggap biasa-biasa saja anugrah KEMERDEKAAN ini?

Jika engkau akhirnya mengisi hari harimu dengan karya dan prestasi kebaikan diatas jalan NYA dan dalam udara kebebasan NYA, apakah engkau kini bisa menilai harga KEMERDEKAAN dan KELELUASAAN MENGABDIKAN HIDUP mu hanya kepada PENCIPTA, PENGATUR dan PEMILIK TUNGGAL nya?

Jika akhirnya engkau berhasil bebas melaksanakan semua idealisme kebaikan dan kebenaran hidup diatas jalan lurus TUHAN mu, serta mampu memancarkan berjuta manfaat kepada sesama, adakah yang lebih mahal harganya dari KEMERDEKAAN seperti itu?

(Dirgahayu Negriku. Indonesiaku, engkau anugrah menakjubkan TUHAN ku. Aku akan selalu menjagamu, meneruskan jejak juang para pahlawanmu)

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *