Kekurangan-kekurangan pada Buku Pengembangan SDM

Mar 19

2013 03 19 +121003 scenery Joshua Jimmink

Sehabis sholat isya semalam (Senin, 18 Maret 2013) saya memilih langsung tidur melepas kelelahan karena capek beraktifitas pada siang harinya. Dan ketika terbangun jam sudah menunjukkan pukul 21.30. Saya lalu mengambil Samsung Galaxy Tab saya, lalu memilih menuliskan renungan saya dibawah ini tentang KEKURANGAN KEKURANGAN yang ada pada BUKU BUKU PENGEMBANGAN SDM yang selama ini saya baca.

Buku-buku PENGEMBANGAN SDM yang ada baik yang ditulis oleh para pakar dari benua Amerika, Eropa serta Asia maupun yang ditulis oleh para ahlinya yang berasal dari Indonesia sendiri umumnya selalu berkisar pada aspek aspek berikut

1. Pengelolaan pengembangan diri
2. Pengelolaan pengembangan perjalalan karir dan usaha
3. Pengelolaan keuangan
4. Pengelolaan pengembangan hubungan dengan orang lain
5. Pengelolaan keluarga

Dengan semua keunggulan dan kelebihannya yang bisa saya dapatkan serta bisa saya praktekkan, rasanya saya mencatat sejumlah KEKURANGAN FUNDAMENTAL berikut:

1. Jika dicari siapakah sosok yang sanggup dan berhasil melakukan keseluruhan proses pengembangan pada semua aspek itu, maka sulit menemukan bahkan tidak bisa menemukan satu sosok tunggal yang bisa menjadi CONTOH IDEAL dan SEMPURNA untuk semua aspek itu

2. Biasanya sosok yang dijadikan contoh yang berhasil terdiri dari banyak orang yang masing masing orang memiliki kelebihan di satu dua aspek dan pada saat yang sama memiliki kekurangan pada sejumlah aspek yang lain

3. Pada aspek pengembangan diri, umumnya titik tekan pembahasannya selalu bertumpu pada pengembangan aspek intelektual, emosional dan fisik operasioanl. Sangat sedikit sekali pembahasannya yang diarahkan pada PENGEMBANGAN dan PENGELOLAAN KEHIDUPANBSPIRITUAL atau tepatnya KEHIDUPAN RUHANI manusia. Padahal basis pertumbuhan SIFAT SIFAT UNGGUL MANUSIA adalah RUHANI MANUSIA YANG SEHAT, BERKUALITAS dan KUAT

4. Umumnya arah pengembangan semua aspek aspek yang saya sebutkan diatas adalah pencapaian DERAJAT KEMAKMURAN dan KUALITAS KEBAHAGIAAN pada tingkat kehidupan personal dan keluarga saja. Jarang mengarahkannya pada pembahasan tentang bagaimana harus melakukan PENGELOLAAN PERJUANGAN PERBAIKAN ditingkat SOSIAL KOMUNAL.

5. Jika membandingkan dengan luasnya cakupan jangkauan pembahasan pengembangan yang dimiliki oleh AGAMA kita, sebenarnya semua buku buku yang ditulis oleh para ahlinya sebagaimana saya sebut diawal tulisan ini, jauh sekali perbedaannya. Hanya saja selama ini sebagian besar BUKU BUKU PENGEMBANGAN SDM yang berbasis AGAMA terlalu NORMATIF, FORMAL dan DOKTRINAL serta miskin dalam menyajikan PENGALAMAN PENGALAMAN NYATA yang sesungguhnya akan lebih menarik minat untuk dibaca jika bisa disajikan secara lebih lengkap dan dalam.

Tentu saja temuan temuan itu tidak boleh mendorong saya meninggalkan membaca dan enggan memanfaatkan buku buku pengembangan SDM tersebut, tetapi harus membuat saya semakin kuat berinterakasi dengan KITAB SUCI kita dengan cara lebih sering membacanya, memahaminya, melaksanakannya serta menghimpunnya sebanyak mungkin didalam diri saya, sehingga saya berharap dianugrahi oleh NYA sebuah DAYA KENDALI yang BAIK dan BERKUALITAS ketika harus mempraktekkan isi semua buku buku pengembangan SDM seperti saya sebut di awal tulisan ini.

Itu juga salah satu alasan saya menulis buku THE MIRACLE, OF LOVE, PRAY AND CHARACTER yang baru terbit 2 hari lalu.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *